Putri bertopang dagu, sambil nyengar-nyengir cantik sendirian. Vino dan Jeni yang ada di sebelahnya hanya bisa mengelus d**a dengan raut prihatin. Merasa kasihan karena Putri makin kesini makin kelihatan kurang waras nya. "Ssst Vin." Jeni mendesis. "Ssst apa?" Vino ikutan ngedesis. "Ssst ngapain lo ikut-ikutan ssst-ssst an." Deliknya masih mendesis. Vino ikut mendelik, "ssst biar samaan dong. Kapel.." PLAK! Jeni menampar sadis pipi Vino, kemudian mengulurkan tangan menjambak rambutnya. "g****k!" "Lo juga g****k dong! Kan elo yang ngawali!" Vino membantah berani. "Berani lo sama gue?! Ha! Ha! Ha!" Dan begitulah, mereka berdua sudah sibuk bergulat. Putri melirik sekilas, kemudian melanjutkan kegiatan mesem-mesem nya sendiri, membuat seluruh penghuni kelas menatap terang-terangan kea

