*** "Indah!!!" Arfiq terbangun dengan nafas tersenggal, belum lagi keringatnya bercucuran dari tubuhnya. "Astaghfirullah... Ternyata cuma mimpi." gumam Arfiq mengusap wajahnya. "Mas...." Tubuh Arfiq menegang mendengar suara memanggil dirinya. Dia mengorek telinganya, takut salah dengar. "Mas...." Jantung Arfiq berdetak kencang. Beneran kan, kalau dia tidak salah dengar. Arfiq beranjak dari duduknya. Dia mendekati brankar milik istrinya berbaring. Dari atas kasur, Indah menatap sang suami tercinta. "Mas.." panggil Indah karena Arfiq masih terdiam di tempat tidak bergerak. "Tolong bantu aku bersandar, Mas.." pinta Indah pelan. Arfiq mengusap airmatanya. Tanpa banyak kata Arfiq membantu istrinya bangun. Dia belum berbicara, hanya airmatanya yang terus mengalir di pipi. "Mas, ak

