Have You Any Sheep song

1202 Words
Dup! “Hh!” Ingrid menghela napasnya setelah ia masuk ke dalam mobil milik sang kekasih yang kini menyimpan tas miliknya ke kursi belakang dan kemudian memasang Safety belt untuknya sendiri, “Gunakan sabuk pengamanmu, Ingrid!” perintah Tony pada saat itu pun membuat Ingrid segera memasang sabuk pengamannya dan kemudian berucap, “Mustahil jika dia tidak membelinya, mana bisa itu berada tiba-tiba di kantungmu, Tony!” ucap Ingrid kepada Tony yang kemudian menganggukkan kepalanya seraya berucap, “I know … aku juga merasa itu mustahil, tapi … mau bagaimana lagi, mungkin ini bonus untuk kita! Benar bukan?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu, membuat Ingrid terkekeh dan menghembuskan napasnya untuk kemudian menganggukkan kepalanya. Pandangan Ingrid kini menoleh menatap Tony yang mulai mengendarai mobilnya saat itu, “Jadi di mana kau akan meletakannya?” sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Ingrid pada saat itu pun membuat Tony kini tersenyum seraya menolehkan pandangannya sesaat kepada sang kekasih untuk akhirnya berucap, “Aku akan menjadikannya pajangan rumah!” ucap Tony, yang membuat Ingrid pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ke arah jalanan kala itu. … Malam hari pun tiba, dengan sengaja Ingrid menyalakan sebuah lilin aroma therapy, yang tentu saja membuat Tony menolehkan pandanganya merasa jika Ingrid tidak biasanya menyalakan lilin tersebut. “Ada apa Ingrid?” tanya Tony, dan membuat Ingrid segera menolehkan pandangannya ke arah Tony yang kemudian bertanya, “Huh?” tanya Ingrid dan membuat Tony tersenyum seraya kembali bertanya, “Tidak biasanya kau menyalakan lilin itu, ada apa?” tanya Tony, dan membuat Ingrid kini menghembuskan napasnya dan kemudian berucap, “Akhir-akhir ini aku bermimpi buruk Tony, dan kali saja aroma therapy ini bisa membantuku tidur dengan nyenyak!” ucap Ingrid yang membuat Tony kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu. “Baiklah … tapi aku rasa kau tidak akan bermimpi buruk, karena aku ada di sini!” ucap Tony kepada Ingrid yang membuat Ingrid kini tertawa mendengarnya dan menganggukkan kepalanya untuk kemudian memeluk Tony yang tengah terduduk di sofa sana. Mereka pun segera beranjak ke atas kasur mereka untuk beristirahat, karena pagi harinya mereka harus segera beraktivitas kembali. Usaha Ingrid berhasil, ia tertidur tidak memimpikan hal yang buruk malam itu,hanya saja sebuah suara nyanyian cukup mengganggu tidurnya dan juga tidur dari Tony, yang tentu saja membuat mereka merasa terusik dengan suara tersebut. “Nghh … suara apa itu?? sangat menggangguk!” ucap Tony separuh tertidur, yang membuat Ingrid pun mau tidak mau membuka kedua matanya dan berusaha untuk menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan suara ribut tersebut. “One sheep … two sheep … have you any sheep?? Yes … Justin I have, Three seven sheeps … three for the lead sheeps …” Dahi Ingrid seketika mengerut ketika ia mendengar suara nyanyian dari Have you any sheeps, sebuah nyanyian anak-anak yang tentu saja membuat Ingrid kini menghembuskan napasnya ketika mengetahui suara ribut apa di sana. “Ugh … itu suara lagu dari apartemen sebelah! Anak-anak itu lagi-lagi menyanyikan nya!” ucap Ingrid kepada Tony, yang kemudian mengerutkan dahinya ketika mendengar penjelasan dari Ingrid saat itu, Tony seperti terbangun begitu saja kala mendengar Ingrid menjawab itu, “Apartemen samping??” tanya Tony, yang kemudian membuat Ingrid menatapnya seraya menganggukkan kepalanya dengan santai seraya berucap, “Yeah, Los d Angel … aku mendengar anak-anak yang tinggal di sebrang kita selalu bernyanyi lagi Have You any sheep di setiap malamnya!” ucap Ingrid menjelaskan kepada Tony yang kemudian mengerutkan dahinya dan dengan cepat menoleh menatap ke arah jam dinding yang kala itu menunjukkan pukul dua belas malam, “Mereka bernyanyi di tengah malam??” tanya Tony, yang kemudian membuat Ingrid mengedikkan bahunya dan mengangguk, “Yeah … setidaknya itu yang aku dengar … mereka bahkan tertawa setelah menyanyikannya!” ucap Ingrid yang kemudian membuat Tony kini menggelengkan kepalanya seraya beranjak dari kasur sana untuk kemudian pergi dari ruang kamar itu, yang tentu saja membuat Ingrid merasa penasaran di sana, “Tony … apa yang kau lakukan, Tony??” tanya Ingrid kepada Tony, yang tak terlihat dari pandangannya saat ini, yang kemudian kembali membawakan segelas air untuk kemudian memberikannya kepada Ingrid yang kini kebingungan melihatnya. “Apa ini?? aku sedang tidak haus!” ucap Ingrid dan membuat Tony masih menyodorkan gelas itu seraya berucap, “Minum saja, agar setidaknya kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan kepadaku Ingrid!” ucap Tony yang tentu saja membuat Ingrid merasa bingung hingga dirinya mengerutkan dahinya setelah mendengar hal itu, “Apa maksudmu, Tony?” tanya Ingrid dna membuat Tony kini terduduk di sampingnya dan kemudian berucap, “Ingrid … tak ada yang bisa kita dengar dari luar apartemen, terkecuali terdengar dari dalam apartemen kita!” ucap Tony kepada Ingrid yang kini mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Tony kepada dirinya pada saat itu. “Apa maksudmu?” tanya Ingrid dan membuat Tony kembali menjelaskan, “Apartemen ini kedap suara, mana mungkin kita mendengar suara dari luar apalagi apartemen sebelah!”Jelas Tony, yang tentu saja membuat Ingrid kembali berucap, “Lalu … kenapa kau sendiri bertanya suara ribut apa itu?!” tanya Ingrid dan membuat Tony mengerutkan dahinya dan kemudian berkata, “ Huh?? aku tidak bertanya apapun Ingrid! Aku tengah membaca novel yang kau berikan!” ucap Tony menjelaskan kepada Ingrid yang tentu saja membuat dahi Ingrid kembali berkerut di sana, merasa bingung mengenai apakah Tony sedang bercanda atau tidak saat itu, namun ketika ia kembali mendengar nyanyian itu lagi dan pandangannya kini teralihkan kepada Tony yang bersikap seolah tak ada suara apapun di sana, membuat Ingrid mulai kembali merasa ketakutan pada saat itu. “Three for the lead sheep, seven for the vassal … you just have to choose waht you want … one sheeps, two sheeps … have you any sheeps …Yes, Justin I have three seven sheeps!” nyanyian itu kembali terdengar dan kali ini diiringi oleh suara tawa dari anak-anak yang cukup banyak yang tentu saja membuat Ingrid hanya bisa menghembuskan napasnya dan menatap sang pacar dengan pandangan takut seraya berucap, “You hear that Tony??” tanya Ingrid yang membuat Tony mengerutkan dahinya untuk terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya, “Aku tidak mendengar apapun sayang!” ucap Tony kepada Ingrid yang kini mulai menangis merasa takut, yang tentu saja mengejutkan Tony malam itu. “Really?? oh My God …. Tony, I am afraid!” ucap Ingrid mulai menangis dan segera membuat Tony yang melihatnya menariknya ke dalam pelukannya, untuk setidaknya membuat Ingrid tenang, namun tidak dengan Ingrid yang semakin ketakutan karena ia semakin mendengar nyanyian tersebut dengan jelas di telinganya saat ini. ‘Have you any sheeps One sheep …two sheeps … Have you any sheep? Yes … Justin I have Three seven sheeps … Three for the lead sheeps, Seven for the vassal … You just have to choose what you want. One sheep … two sheeps … Have you any sheep? Yes, Justin I have Three seven sheeps.’ Tak ada yang tahu di balik cerita dari arti lagu tersebut, namun … seiringan dengan rasa penasaranku, akhirnya aku tahu … lagu itu berkaitan dengan sesuatu hal yang menyedihkan sekaligus menyeramkan, mau kah kau mencarinya juga sama seperti aku mencarinya? Kaitan lagu ini dengan kenyataan. … To Be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD