Waktu telah tiba. Andre telah siap mengantar Amira menuju rumah Robinson. Koper Andre dan Amira pun sudah berada di mobil, namun, Amira masih saja duduk termangu di sisi ranjang. "Kamu kenapa sayang? Kok cemberut gitu?" Andre menghampiri Amira dan duduk disebelahnya. "Mas.. apa gak bisa ditunda aja perginya? Atau, memangnya gak bisa ya kerja dari sini, jadi kamu gak usah perlu jauh-jauh ke Singapura." Ucap Amira dengan suara parau. "Loh, kenapa jadi kaya begini lagi sih!? Kemarin kan sudah kita bahas, dan kamu mengizinkannya. Lagipula kan hanya beberapa hari sayang." "Iya Mas tau, tapi aku males banget buat tinggal di rumah papah." Ucap Amira dengan mengerucutkan bibirnya. "Kenapa memangnya? Gara-gara takut dicuekin sama oma dan Rachel?" "Gak apa-apa, bukan karena itu. Aku cuma males

