Hadiah Pernikahan Kita

1054 Words

Sejak kejadian di meja makan, Amira enggan untuk keluar kamar. Ia benar-benar masih kesal dengan sikap Andre. Andre yang tak melihat batang hidung Amira sejak kejadian tadi pagi sempat berpikir, apakah Amira mau memaafkan dirinya. Entah sampai kapan Amira akan marah, padahal ada sesuatu hal yang akan Andre bicarakan. Semoga saja Amira mau mendengarkannya. Andre melangkah ke kamar Amira dengan ragu-ragu membawa berkas-berkas penting di tangannya. Tok..tok..tok.. Ia mengetuk pintu kamar Amira berulang kali. "Amira, bisa tolong bukakan pintunya sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan!?" ucap Andre. Karena malas berdebat, Amira langsung beranjak dari sofa dan kemudian membukakan pintu untuk Andre. "Ya, ada apa?" tanya Amira ketus saat pintu sudah terbuka. "Apa boleh aku masuk terlebih dah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD