Adi menunggu di rumah dengan gelisah. Sudah berapa jam Sam pergi? Hari sudah menunjukkan jam sembilan malam. Terdengar raungan mesin motor dari luar pagar. Adi bergegas keluar dan menghampiri pagar. Dugaannya tidak meleset. Ia membukakan pintu dan membiarkan Sam masuk. Wajah Sam betul-betul kusut. Bekas air mata tampak jelas di wajahnya. Matanya bengkak dan merah. Wajahnya mengekspresikan kepedihan yang mendalam. “Sam? Gimana bokap?” tanya Adi perlahan. Sam menarik ingusnya ke dalam. “Sudah selesai. Papa meninggal,” sahut Sam datar. Ia masuk ke dalam kamar dan mengunci diri. Semuanya berlangsung cepat. Sam bahkan tidak begitu menyadari apa yang sedang terjadi sepenuhnya. Di mulai dari pengurusan administrasi rumah sakit, pem

