CHAPTER 73: Menghadapi Papa

567 Words

            Adi menenteng tasnya pulang ke rumah. Barang bawaannya bertambah dibandingkan sewaktu ia pergi dari rumah. Bagasi taksi penuh dengan barang. Ia sudah sampai di depan pintu gerbang rumahnya, di bilangan perumahan Pondok Indah. Sejenak ia merasa ragu. Nyalinya menciut. Apa reaksi ayahnya jika tahu ia pulang? Jangan-jangan ia malah dimaki-maki dan diusir. Satu atau dua pukulan tinju mungkin akan bersarang di wajahnya. Adi mengelus wajahnya. Belum-belum ia sudah merasa sakit. Apa sebaiknya ia pergi saja? Masih belum terlambat jika ia pergi sekarang. Tabungannya masih cukup. Kursusnya masih jalan. Ia mampu mencari kos-kosan lain dan hidup sendiri. Adi berbalik. Ia menoleh ke dalam rumah. Perasaannya berkecamuk. Apa yang harus dilakukannya? Pergi? Atau, pulang? Ia menghela napas pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD