Sam masih terus menangis frustrasi meraung-raung, bagaikan anak kecil. Adi terus memeluknya, tanpa sedikit pun berusaha melepasnya. “Maaf... Sam... gue... gue sama sekali nggak bermaksud...” kata Yoga, namun dipotong dengan cepat oleh Sam. “Nggak bermaksud apa? b******n!!” umpat Sam keras-keras. “Gue emang b******n. Tapi... gue nggak maksud menyakiti elo Sam!! Gue ingin nebus dosa kakak gue di masa lalu!! Dia begitu karena gue!! Karena ingin memberikan hidup yang lebih baik untuk gue...” kata Yoga tersendat-sendat. “Dengan menghancurkan keluarga orang lain? Membuat nyokap gue nangis setiap malem? Membuat gue kehilangan seorang ayah? Membuat nyokap dan gue membenci cowok setengah mati? Hah?” tangis Sam terisak-isak. Suaranya sa

