Chapter 40: Keinginan Denis (21++)

537 Words
            Waktu berlalu dengan cepat. Sudah lewat tengah malam ketika Sam sampai di rumah Denis. Setelah mobil diparkir, Denis membukakan pintu. Sam terdiam di depan pintu.             “Ayo, masuk!” kata Denis.             “Ngg... gue pulang aja, ya. Udah kemaleman,” kata Sam kikuk.             “Alah, masuk sebentar, deh. Temenin gue minum kopi,” bujuk Denis sambil menarik tangan Sam, menuntunnya masuk.             “Sebentar aja, ya. Udah kemaleman,” kata Sam.             “Iya,” sahut Denis. Ia meletakkan kunci mobil, dan mulai membuat kopi.             “Ini kopinya,” kata Denis menyodorkan secangkir kepada Sam.             Sam menerima kopi panas itu dan meneguknya perlahan. Denis duduk di sampingnya.             “Eh, di wajah lo ada sesuatu,” kata Denis memegang pipi Sam. Ia mendekatkan wajahnya dan tahu-tahu mencium Sam tepat di bibirnya.             Sam terkejut namun tidak menolak. Ia bisa merasakan kehangatan bibir Denis di bibirnya. Belum pernah seumur hidupnya, ia berciuman seperti layaknya orang dewasa. Memang sedikit ketinggalan zaman untuk ukuran anak metropolitan.             Denis menciumnya semakin liar dan bernapsu. Sam tidak melawan. Sementara itu, tangan pria itu mulai melepas kancing kemeja depan Sam satu persatu dengan tidak sabaran. Sam tersentak. Kilasan masa lalu berkelebat cepat di matanya. Denis yang mengkhianatinya. Denis yang berangkulan dengan wanita lain. Denis yang tidak setia... Relakah ia menyerahkan dirinya begitu mudah... pada pria yang mungkin akan mengkhianatinya sekali lagi...             “Le...pas...” lirih Sam sambil mengumpulkan kembali kesadarannya.             “Sayang...” balas Denis, terus menciumi Sam dengan lapar.             “Le...pas....” kata Sam terengah-engah sambil mendorong Denis sekencang-kencangnya.             Bibir Denis langsung terlepas, dan tubuh keduanya terpisah. Denis jatuh terduduk ke belakang.             “Kenapa Sam? Plis dong! Kita kan udah dewasa. Apa salahnya?” gerutu Denis frustrasi.             “Jangan... jangan diterusin...” kata Sam kikuk.             “Kenapa? Tenang aja. Safe, kok. Gue punya k****m,” kata Denis mendekat.             “Gimana gue bisa tahu? Gimana... gue bisa tahu elo nggak bakalan tinggalin gue lagi?” tanya Sam menuntut. Suaranya serak. Matanya berkaca-kaca.             “Gue suka elo. Gue cinta elo. Apa belum cukup?” tanya Denis jengkel.             Sam menggeleng. “Cewek itu? Desi?”             “Aaah, hari gini mikirin Desi? Gampang, besok gue putusin. Ayolah Sam. Cuma elo dan gue. Jangan kolot begitu, ah,” kata Denis kembali menciumi leher Sam dengan rakus.             “Denis... gue belum siap...” kata Sam mencoba menolak.             Tapi... Denis tidak peduli. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana memuaskan dorongan napsunya yang mendesak dengan liar.             “Nggak!!” teriak Sam sambil mendorong tubuh Denis sekali lagi.             “Sam! Ayolaaah!!!” gerutu Denis semakin frustrasi.             Sam menggeleng sambil mengancingkan bajunya kembali. Dengan penampilan masih berantakan, ia buru-buru berdiri dan menghampiri pintu. “Sori... gue belum siap... gue pulang...” kata Sam sambil tergesa-gesa menghambur ke dalam mobil tuanya, meninggalkan Denis dengan pakaian berantakan. Denis berdiri sambil mengepalkan tangannya keras-keras, sambil memandang mobil Sam yang menghilang dari pandangan dengan harga diri terluka. “Sialaaaan!!!!” bentak Denis sambil membanting pintu. Di jalan, Sam masih terbayang-bayang akan kejadian barusan. Seandainya ia berada di rumah Denis beberapa menit lebih lama, pastilah dirinya sudah pasrah sepenuhnya dengan kehendak pria itu. Bagaimana pun, ia seorang wanita dewasa. Tubuhnya merespon dengan sangat baik akan belaian pria dewasa. Akal sehatnya pasti sudah kalah oleh emosinya yang menggebu-gebu. Hampir saja ia larut dalam permainan Denis. Namun, mendadak wajah Adi terbayang di matanya. Kalimatnya terus menerus terngiang di telinganya. Mengapa saat ia hampir menjadi milik Denis, wajah Adi malah terbayang-bayang dan tidak mau pergi? Sam mengutuk dirinya sendiri. Ada apa dengan dirinya?             Cewek goblok...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD