48. Kenyamanan dari seorang pria

2190 Words

Aku masih berada di tengah-tengah keluarga yang selalu bahagia, keluarga yang lengkap dan keluarga yang tak tahu apa itu kehancuran. Menjadi tamu di keluarga mereka pun sudah sangat bahagia, apalagi menjadi dari bagian nya. Akan sangat beruntung bukan? Tiba-tiba saja Rean berdiri di hadapanku, memandangku dengan tatapan yang tak biasa. "Ikut." Ucapnya. Satu kata yang berhasil membuat hati ku tak karuan, satu kata itu berhasil menggetarkan hatiku. Tanpa bertanya lebih lanjut pun, aku sudah mengerti apa yang di maksud dengan Rean. Dia ingin aku mengikutinya. Aku berpamitan pada tante Reyna dan mamih Siska yang berada di dekat ku, tentu saja mereka mengizinkan. Aku mengikuti Rean sampai ke gajebo di lantai dua, sport terbaik menurutku di rumah ini setelah roof top. Kolam ikan, dan gaje

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD