Ada yang aneh dari semua ini. Akhir-akhir ini, Rean merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Tetapi entah apa itu.
Kini jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Rean berjalan seorang diri dari ruang osis. Aktif di organisasi sebenarnya bukan lah suatu hal kebanggan bagi Rean. Pria itu lebih suka dengan paskibra atau pramuka.
"Kakakkkkk.." suara melengking dari jauh membuat Rean berhenti berjalan. Dia sudah sangat hafal jika itu suara siapa, pasti suara Kiya. Iya tidak salah lagi,
Rean menunggu Kiya yang berlari ke arah nya dan langsung mengerutkan kening. Kenapa wanita itu masih ada di sini jam lima sore? Sedangkan sekolah bubar pada jam tiga sore. Apa keperluan nya disini?
"Lo kenapa dek? Kayak abis di kejar setan aja." celetuk Rean.
Dengan nafas yang memburu, tangan Kiya bertaut pada tangan jari jemari Rean. "Jangan banyak ngomong dulu deh kak, ayo kesini." tangannya membawa tangan Rean.
Rean mengerutkan keningnya bingung. "Ngapain lo bawa kakak ke kantin?" tanya Rean.
"Kak, aku haus. Ayo traktir, Kiya udah gak punya uang lagi tadi di palak kelas 12. Kiya sampe di kurung di kamar mandi, ah untung saja Kiya gak nangis."
Mata Rean segera membulat, menyelidik mata Kiya yang memerah. Sejenak Rean memang marah karena adiknya di palak dan di bully. Tetapi di sisi lain, dia ketawa mendengar pengakuan Kiya. Semua orang akan tahu jika Kiya berbohong dengan matanya yang merah dan masih berkaca-kaca, sedikit bekas air mata juga disana.
Rean mengacak rambut Kiya dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Yaudah mau pesen apa?" tanya Rean. Jujur saja, dia sudah menganggap Kiya sebagai adiknya sendiri. Kesakitan adik-adiknya berarti kesakitan untuk nya juga.
"Gak mau pesen makan?" tanya Rean.
Kiya menggeleng, "Ini aja cukup. Ayo kita pulang nanti Kiya ceritain semuanya."
Rean mengangguk-angguk kepala, jalan duluan di ikuti oleh langkah kecil Kiya untuk sampai ke dalam mobil yang akan ia kendarai. Sedangkan adiknya, Retha mungkin sudah pulang bersama dengan Al atau El, dia tadi sudah menitipkan adik nakal nya itu pada kedua sahabatnya.
"Jadi gimana?" mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena Rean memang tak suka buru-buru dalam membawa mobil.
"Jadi gini kak,"
"Oh ini sahabatnya Aretha anak Ipa kelas 10 itu, yang baru masuk?"
Kiya yang tengah berjalan seorang diri segera berhenti, dan melirik dirinya sendiri. "Aku?" tanya nya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Heh bocah! Siapa lagi kalau bukan kamu!" bentak salah seorang geng itu yang di ketahui berjumlah tiga orang. Dan tiga-tiganya berdandan layaknya seorang l***e yang salah jalan.
"Kenapa sama aku?" tanya Kiya, polos.
"Wah nih anak, bener-bener gak nyadar diri ya! Sini lo maju lawan gue!"
Mata Kiya mulai berkaca-kaca, dia tak bisa melawan tiga orang sekaligus, apalagi ini di dalam sekolahan. Citra nya bakalan tercoreng.
"Lo gak berani ya sama kita?"
Dengan polos nya Kiya menggeleng. Membuat ketiga wanita itu tersenyum miring ke arahnya.
"
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano
Ada yang aneh dari semua ini. Akhir-akhir ini, Rean merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Tetapi entah apa itu.
Kini jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Rean berjalan seorang diri dari ruang osis. Aktif di organisasi sebenarnya bukan lah suatu hal kebanggan bagi Rean. Pria itu lebih suka dengan paskibra atau pramuka.
"Kakakkkkk.." suara melengking dari jauh membuat Rean berhenti berjalan. Dia sudah sangat hafal jika itu suara siapa, pasti suara Kiya. Iya tidak salah lagi,
Rean menunggu Kiya yang berlari ke arah nya dan langsung mengerutkan kening. Kenapa wanita itu masih ada di sini jam lima sore? Sedangkan sekolah bubar pada jam tiga sore. Apa keperluan nya disini?
"Lo kenapa dek? Kayak abis di kejar setan aja." celetuk Rean.
Dengan nafas yang memburu, tangan Kiya bertaut pada tangan jari jemari Rean. "Jangan banyak ngomong dulu deh kak, ayo kesini." tangannya membawa tangan Rean.
Rean mengerutkan keningnya bingung. "Ngapain lo bawa kakak ke kantin?" tanya Rean.
"Kak, aku haus. Ayo traktir, Kiya udah gak punya uang lagi tadi di palak kelas 12. Kiya sampe di kurung di kamar mandi, ah untung saja Kiya gak nangis."
Mata Rean segera membulat, menyelidik mata Kiya yang memerah. Sejenak Rean memang marah karena adiknya di palak dan di bully. Tetapi di sisi lain, dia ketawa mendengar pengakuan Kiya. Semua orang akan tahu jika Kiya berbohong dengan matanya yang merah dan masih berkaca-kaca, sedikit bekas air mata juga disana.
Rean mengacak rambut Kiya dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Yaudah mau pesen apa?" tanya Rean. Jujur saja, dia sudah menganggap Kiya sebagai adiknya sendiri. Kesakitan adik-adiknya berarti kesakitan untuk nya juga.
"Gak mau pesen makan?" tanya Rean.
Kiya menggeleng, "Ini aja cukup. Ayo kita pulang nanti Kiya ceritain semuanya."
Rean mengangguk-angguk kepala, jalan duluan di ikuti oleh langkah kecil Kiya untuk sampai ke dalam mobil yang akan ia kendarai. Sedangkan adiknya, Retha mungkin sudah pulang bersama dengan Al atau El, dia tadi sudah menitipkan adik nakal nya itu pada kedua sahabatnya.
"Jadi gimana?" mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena Rean memang tak suka buru-buru dalam membawa mobil.
"Jadi gini kak,"
"Oh ini sahabatnya Aretha anak Ipa kelas 10 itu, yang baru masuk?"
Kiya yang tengah berjalan seorang diri segera berhenti, dan melirik dirinya sendiri. "Aku?" tanya nya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Heh bocah! Siapa lagi kalau bukan kamu!" bentak salah seorang geng itu yang di ketahui berjumlah tiga orang. Dan tiga-tiganya berdandan layaknya seorang l***e yang salah jalan.
"Kenapa sama aku?" tanya Kiya, polos.
"Wah nih anak, bener-bener gak nyadar diri ya! Sini lo maju lawan gue!"
Mata Kiya mulai berkaca-kaca, dia tak bisa melawan tiga orang sekaligus, apalagi ini di dalam sekolahan. Citra nya bakalan tercoreng.
"Lo gak berani ya sama kita?"
Dengan polos nya Kiya menggeleng. Membuat ketiga wanita itu tersenyum miring ke arahnya.
"
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano
"Daddy, tadi adek di buli sama anak kelas 12."
Malam hari ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama, Alvin yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya segera terhenti oleh ucapan anak nya.
El, Alvin dan Felli segera melihat ke arah Kiya yang dengan lahap nya memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kamu gak kenapa-napaa kan sayang?" Tanya Felli khawatir, dirinya segera beranjak dari tempat duduk dan segera berjalan ke arah Kiya.
Kiya dengan mulut yang penuh karena makanan segera menggeleng, "Enggak kok. Lagian ada kak Rean juga jadi Kiya gak takut." Alvin menghela nafas lega kala tahu jika Rean, anak sahabatnya bersama dengan anak nya.
"Bang, kenapa kamu gak bareng sama adik mu kamu kemana dulu sih?"
El, memegang rambutnya, menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tadi mengantar tempat sekolahnya ke toko buku, sebenarnya itu adalah wanita yang di sukai oleh El, dan El juga telah menitipkan adiknya pada Al.
"Itu mom.. um"
Elzyo bingung mencari alasan yang tepat apa. Mau berbohong tetapi tak bisa, karena dari kecil orang tuanya selalu bilang kebohongan adalah awal dari kerumitan. Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya, jangan tergoda untuk berbohong, meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan. Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi. Dan Elzyo akan jujur saja daripada kedepannya semakin rumit, masalah di restui atau tidak nya itu urusan belakangan. Ia akan melihat bagaimana tanggapan orang tuanya, saat dia sudah berani menyukai seorang wanita.
"Kenapa bang?" Tanya Felli sekali lagi, sambil dirinya berjalan ke meja makannya.
"Nanti aja deh habis makan bahas nya." Ucap Alvin menengahi.
Felli mengangguk, dan mempersilahkan El untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya dia harus berbicara yang sebenarnya.
Berat? Tentu saja berat. Dirinya baru saja masuk bangku SMA tetapi sudah berani melirik wanita. Perempuan itu, berbeda kelas dengannya bertemu tak sengaja di perpustakaan saat dirinya akan mengambil sebuah buku fisika.
"umm, maaf."
Seorang wanita cantik berambut pirang itu akan mengambil buku yang akan di ambil oleh Elzyo. Pada pandangan pertama beberapa minggu yang lalu.
"Tidak apa-apa, apa kamu ambil buku ini?" Tanya El, dia berbicara pelan takut menganggu yang lain.
Wanita cantik berwajah imut serta berhidung mancung itu mengangguk kecil. "Aku lupa mengerjakan PR ku." Jawab wanita itu sembari menunduk.
El tertawa kecil. "Apa mau aku bantu?"
Wanita itu nampak terkejut, tetapi tak bisa menolak karena dia juga membutuhkan bantuan dari orang lain. Harus ia akui, dirinya tidak pintar tetapi tidak bodoh juga.
"Mari, kita duduk disana." Ajak El, dengan polos wanita itu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti El.
"Jadi pertama-tama siapa nama kamu?" Wanita itu mendongak, dengan bola matanya yang hitam melihat El dengan tajam.
"Dhara Danita."
"Nama yang cantik." Puji El.
"Eh hum..hee, makasih ya." Dhara tersenyum kikuk tak tahu harus melakukan apa, di puji oleh pria tampan.
"Kamu tau gak?"
Dengan polosnya Dhara menggeleng pelan. "Enggak."
El terkekeh pelan. "Memang, kan aku belum kasih tau kamu."
"Emang nya apa?" Tanya Dhara penasaran.
"Kamu cantik."
Wajah Dhara merona, dia menunduk malu dengan gombalan receh yang ada di depannya.
"Wajah kamu merah tuh."
Dhara semakin malu akan tingkah El, dia segera menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Ah umm.. Kita jadi belajar nya gak?" Tanya Dhara mengalihkan pembicaraan.
El terkekeh dan menganggukkan kepala. "Perkenalkan nama aku Elzyo, kamu bisa panggil aku El."
Dhara menganggukkan kepala, lalu mulai menunjukkan pelajaran yang tak ia mengerti.
***
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
"Daddy, tadi adek di buli sama anak kelas 12."
Malam hari ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama, Alvin yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya segera terhenti oleh ucapan anak nya.
El, Alvin dan Felli segera melihat ke arah Kiya yang dengan lahap nya memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kamu gak kenapa-napaa kan sayang?" Tanya Felli khawatir, dirinya segera beranjak dari tempat duduk dan segera berjalan ke arah Kiya.
Kiya dengan mulut yang penuh karena makanan segera menggeleng, "Enggak kok. Lagian ada kak Rean juga jadi Kiya gak takut." Alvin menghela nafas lega kala tahu jika Rean, anak sahabatnya bersama dengan anak nya.
"Bang, kenapa kamu gak bareng sama adik mu kamu kemana dulu sih?"
El, memegang rambutnya, menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tadi mengantar tempat sekolahnya ke toko buku, sebenarnya itu adalah wanita yang di sukai oleh El, dan El juga telah menitipkan adiknya pada Al.
"Itu mom.. um"
Elzyo bingung mencari alasan yang tepat apa. Mau berbohong tetapi tak bisa, karena dari kecil orang tuanya selalu bilang kebohongan adalah awal dari kerumitan. Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya, jangan tergoda untuk berbohong, meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan. Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi. Dan Elzyo akan jujur saja daripada kedepannya semakin rumit, masalah di restui atau tidak nya itu urusan belakangan. Ia akan melihat bagaimana tanggapan orang tuanya, saat dia sudah berani menyukai seorang wanita.
"Kenapa bang?" Tanya Felli sekali lagi, sambil dirinya berjalan ke meja makannya.
"Nanti aja deh habis makan bahas nya." Ucap Alvin menengahi.
Felli mengangguk, dan mempersilahkan El untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya dia harus berbicara yang sebenarnya.
Berat? Tentu saja berat. Dirinya baru saja masuk bangku SMA tetapi sudah berani melirik wanita. Perempuan itu, berbeda kelas dengannya bertemu tak sengaja di perpustakaan saat dirinya akan mengambil sebuah buku fisika.
"umm, maaf."
Seorang wanita cantik berambut pirang itu akan mengambil buku yang akan di ambil oleh Elzyo. Pada pandangan pertama beberapa minggu yang lalu.
"Tidak apa-apa, apa kamu ambil buku ini?" Tanya El, dia berbicara pelan takut menganggu yang lain.
Wanita cantik berwajah imut serta berhidung mancung itu mengangguk kecil. "Aku lupa mengerjakan PR ku." Jawab wanita itu sembari menunduk.
El tertawa kecil. "Apa mau aku bantu?"
Wanita itu nampak terkejut, tetapi tak bisa menolak karena dia juga membutuhkan bantuan dari orang lain. Harus ia akui, dirinya tidak pintar tetapi tidak bodoh juga.
"Mari, kita duduk disana." Ajak El, dengan polos wanita itu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti El.
"Jadi pertama-tama siapa nama kamu?" Wanita itu mendongak, dengan bola matanya yang hitam melihat El dengan tajam.
"Dhara Danita."
"Nama yang cantik." Puji El.
"Eh hum..hee, makasih ya." Dhara tersenyum kikuk tak tahu harus melakukan apa, di puji oleh pria tampan.
"Kamu tau gak?"
Dengan polosnya Dhara menggeleng pelan. "Enggak."
El terkekeh pelan. "Memang, kan aku belum kasih tau kamu."
"Emang nya apa?" Tanya Dhara penasaran.
"Kamu cantik."
Wajah Dhara merona, dia menunduk malu dengan gombalan receh yang ada di depannya.
"Wajah kamu merah tuh."
Dhara semakin malu akan tingkah El, dia segera menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Ah umm.. Kita jadi belajar nya gak?" Tanya Dhara mengalihkan pembicaraan.
El terkekeh dan menganggukkan kepala. "Perkenalkan nama aku Elzyo, kamu bisa panggil aku El."
Dhara menganggukkan kepala, lalu mulai menunjukkan pelajaran yang tak ia mengerti.
***
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
"Daddy, tadi adek di buli sama anak kelas 12."
Malam hari ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama, Alvin yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya segera terhenti oleh ucapan anak nya.
El, Alvin dan Felli segera melihat ke arah Kiya yang dengan lahap nya memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kamu gak kenapa-napaa kan sayang?" Tanya Felli khawatir, dirinya segera beranjak dari tempat duduk dan segera berjalan ke arah Kiya.
Kiya dengan mulut yang penuh karena makanan segera menggeleng, "Enggak kok. Lagian ada kak Rean juga jadi Kiya gak takut." Alvin menghela nafas lega kala tahu jika Rean, anak sahabatnya bersama dengan anak nya.
"Bang, kenapa kamu gak bareng sama adik mu kamu kemana dulu sih?"
El, memegang rambutnya, menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tadi mengantar tempat sekolahnya ke toko buku, sebenarnya itu adalah wanita yang di sukai oleh El, dan El juga telah menitipkan adiknya pada Al.
"Itu mom.. um"
Elzyo bingung mencari alasan yang tepat apa. Mau berbohong tetapi tak bisa, karena dari kecil orang tuanya selalu bilang kebohongan adalah awal dari kerumitan. Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya, jangan tergoda untuk berbohong, meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan. Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi. Dan Elzyo akan jujur saja daripada kedepannya semakin rumit, masalah di restui atau tidak nya itu urusan belakangan. Ia akan melihat bagaimana tanggapan orang tuanya, saat dia sudah berani menyukai seorang wanita.
"Kenapa bang?" Tanya Felli sekali lagi, sambil dirinya berjalan ke meja makannya.
"Nanti aja deh habis makan bahas nya." Ucap Alvin menengahi.
Felli mengangguk, dan mempersilahkan El untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya dia harus berbicara yang sebenarnya.
Berat? Tentu saja berat. Dirinya baru saja masuk bangku SMA tetapi sudah berani melirik wanita. Perempuan itu, berbeda kelas dengannya bertemu tak sengaja di perpustakaan saat dirinya akan mengambil sebuah buku fisika.
"umm, maaf."
Seorang wanita cantik berambut pirang itu akan mengambil buku yang akan di ambil oleh Elzyo. Pada pandangan pertama beberapa minggu yang lalu.
"Tidak apa-apa, apa kamu ambil buku ini?" Tanya El, dia berbicara pelan takut menganggu yang lain.
Wanita cantik berwajah imut serta berhidung mancung itu mengangguk kecil. "Aku lupa mengerjakan PR ku." Jawab wanita itu sembari menunduk.
El tertawa kecil. "Apa mau aku bantu?"
Wanita itu nampak terkejut, tetapi tak bisa menolak karena dia juga membutuhkan bantuan dari orang lain. Harus ia akui, dirinya tidak pintar tetapi tidak bodoh juga.
"Mari, kita duduk disana." Ajak El, dengan polos wanita itu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti El.
"Jadi pertama-tama siapa nama kamu?" Wanita itu mendongak, dengan bola matanya yang hitam melihat El dengan tajam.
"Dhara Danita."
"Nama yang cantik." Puji El.
"Eh hum..hee, makasih ya." Dhara tersenyum kikuk tak tahu harus melakukan apa, di puji oleh pria tampan.
"Kamu tau gak?"
Dengan polosnya Dhara menggeleng pelan. "Enggak."
El terkekeh pelan. "Memang, kan aku belum kasih tau kamu."
"Emang nya apa?" Tanya Dhara penasaran.
"Kamu cantik."
Wajah Dhara merona, dia menunduk malu dengan gombalan receh yang ada di depannya.
"Wajah kamu merah tuh."
Dhara semakin malu akan tingkah El, dia segera menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Ah umm.. Kita jadi belajar nya gak?" Tanya Dhara mengalihkan pembicaraan.
El terkekeh dan menganggukkan kepala. "Perkenalkan nama aku Elzyo, kamu bisa panggil aku El."
Dhara menganggukkan kepala, lalu mulai menunjukkan pelajaran yang tak ia mengerti.
***
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
"Daddy, tadi adek di buli sama anak kelas 12."
Malam hari ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama, Alvin yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya segera terhenti oleh ucapan anak nya.
El, Alvin dan Felli segera melihat ke arah Kiya yang dengan lahap nya memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kamu gak kenapa-napaa kan sayang?" Tanya Felli khawatir, dirinya segera beranjak dari tempat duduk dan segera berjalan ke arah Kiya.
Kiya dengan mulut yang penuh karena makanan segera menggeleng, "Enggak kok. Lagian ada kak Rean juga jadi Kiya gak takut." Alvin menghela nafas lega kala tahu jika Rean, anak sahabatnya bersama dengan anak nya.
"Bang, kenapa kamu gak bareng sama adik mu kamu kemana dulu sih?"
El, memegang rambutnya, menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tadi mengantar tempat sekolahnya ke toko buku, sebenarnya itu adalah wanita yang di sukai oleh El, dan El juga telah menitipkan adiknya pada Al.
"Itu mom.. um"
Elzyo bingung mencari alasan yang tepat apa. Mau berbohong tetapi tak bisa, karena dari kecil orang tuanya selalu bilang kebohongan adalah awal dari kerumitan. Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya, jangan tergoda untuk berbohong, meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan. Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi. Dan Elzyo akan jujur saja daripada kedepannya semakin rumit, masalah di restui atau tidak nya itu urusan belakangan. Ia akan melihat bagaimana tanggapan orang tuanya, saat dia sudah berani menyukai seorang wanita.
"Kenapa bang?" Tanya Felli sekali lagi, sambil dirinya berjalan ke meja makannya.
"Nanti aja deh habis makan bahas nya." Ucap Alvin menengahi.
Felli mengangguk, dan mempersilahkan El untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya dia harus berbicara yang sebenarnya.
Berat? Tentu saja berat. Dirinya baru saja masuk bangku SMA tetapi sudah berani melirik wanita. Perempuan itu, berbeda kelas dengannya bertemu tak sengaja di perpustakaan saat dirinya akan mengambil sebuah buku fisika.
"umm, maaf."
Seorang wanita cantik berambut pirang itu akan mengambil buku yang akan di ambil oleh Elzyo. Pada pandangan pertama beberapa minggu yang lalu.
"Tidak apa-apa, apa kamu ambil buku ini?" Tanya El, dia berbicara pelan takut menganggu yang lain.
Wanita cantik berwajah imut serta berhidung mancung itu mengangguk kecil. "Aku lupa mengerjakan PR ku." Jawab wanita itu sembari menunduk.
El tertawa kecil. "Apa mau aku bantu?"
Wanita itu nampak terkejut, tetapi tak bisa menolak karena dia juga membutuhkan bantuan dari orang lain. Harus ia akui, dirinya tidak pintar tetapi tidak bodoh juga.
"Mari, kita duduk disana." Ajak El, dengan polos wanita itu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti El.
"Jadi pertama-tama siapa nama kamu?" Wanita itu mendongak, dengan bola matanya yang hitam melihat El dengan tajam.
"Dhara Danita."
"Nama yang cantik." Puji El.
"Eh hum..hee, makasih ya." Dhara tersenyum kikuk tak tahu harus melakukan apa, di puji oleh pria tampan.
"Kamu tau gak?"
Dengan polosnya Dhara menggeleng pelan. "Enggak."
El terkekeh pelan. "Memang, kan aku belum kasih tau kamu."
"Emang nya apa?" Tanya Dhara penasaran.
"Kamu cantik."
Wajah Dhara merona, dia menunduk malu dengan gombalan receh yang ada di depannya.
"Wajah kamu merah tuh."
Dhara semakin malu akan tingkah El, dia segera menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Ah umm.. Kita jadi belajar nya gak?" Tanya Dhara mengalihkan pembicaraan.
El terkekeh dan menganggukkan kepala. "Perkenalkan nama aku Elzyo, kamu bisa panggil aku El."
Dhara menganggukkan kepala, lalu mulai menunjukkan pelajaran yang tak ia mengerti.
***
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
"Daddy, tadi adek di buli sama anak kelas 12."
Malam hari ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama, Alvin yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya segera terhenti oleh ucapan anak nya.
El, Alvin dan Felli segera melihat ke arah Kiya yang dengan lahap nya memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kamu gak kenapa-napaa kan sayang?" Tanya Felli khawatir, dirinya segera beranjak dari tempat duduk dan segera berjalan ke arah Kiya.
Kiya dengan mulut yang penuh karena makanan segera menggeleng, "Enggak kok. Lagian ada kak Rean juga jadi Kiya gak takut." Alvin menghela nafas lega kala tahu jika Rean, anak sahabatnya bersama dengan anak nya.
"Bang, kenapa kamu gak bareng sama adik mu kamu kemana dulu sih?"
El, memegang rambutnya, menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tadi mengantar tempat sekolahnya ke toko buku, sebenarnya itu adalah wanita yang di sukai oleh El, dan El juga telah menitipkan adiknya pada Al.
"Itu mom.. um"
Elzyo bingung mencari alasan yang tepat apa. Mau berbohong tetapi tak bisa, karena dari kecil orang tuanya selalu bilang kebohongan adalah awal dari kerumitan. Cobalah untuk selalu berbicara apa adanya, jangan tergoda untuk berbohong, meski hanya terkesan sepele karena dapat menjadi kebiasaan. Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi. Dan Elzyo akan jujur saja daripada kedepannya semakin rumit, masalah di restui atau tidak nya itu urusan belakangan. Ia akan melihat bagaimana tanggapan orang tuanya, saat dia sudah berani menyukai seorang wanita.
"Kenapa bang?" Tanya Felli sekali lagi, sambil dirinya berjalan ke meja makannya.
"Nanti aja deh habis makan bahas nya." Ucap Alvin menengahi.
Felli mengangguk, dan mempersilahkan El untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya dia harus berbicara yang sebenarnya.
Berat? Tentu saja berat. Dirinya baru saja masuk bangku SMA tetapi sudah berani melirik wanita. Perempuan itu, berbeda kelas dengannya bertemu tak sengaja di perpustakaan saat dirinya akan mengambil sebuah buku fisika.
"umm, maaf."
Seorang wanita cantik berambut pirang itu akan mengambil buku yang akan di ambil oleh Elzyo. Pada pandangan pertama beberapa minggu yang lalu.
"Tidak apa-apa, apa kamu ambil buku ini?" Tanya El, dia berbicara pelan takut menganggu yang lain.
Wanita cantik berwajah imut serta berhidung mancung itu mengangguk kecil. "Aku lupa mengerjakan PR ku." Jawab wanita itu sembari menunduk.
El tertawa kecil. "Apa mau aku bantu?"
Wanita itu nampak terkejut, tetapi tak bisa menolak karena dia juga membutuhkan bantuan dari orang lain. Harus ia akui, dirinya tidak pintar tetapi tidak bodoh juga.
"Mari, kita duduk disana." Ajak El, dengan polos wanita itu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti El.
"Jadi pertama-tama siapa nama kamu?" Wanita itu mendongak, dengan bola matanya yang hitam melihat El dengan tajam.
"Dhara Danita."
"Nama yang cantik." Puji El.
"Eh hum..hee, makasih ya." Dhara tersenyum kikuk tak tahu harus melakukan apa, di puji oleh pria tampan.
"Kamu tau gak?"
Dengan polosnya Dhara menggeleng pelan. "Enggak."
El terkekeh pelan. "Memang, kan aku belum kasih tau kamu."
"Emang nya apa?" Tanya Dhara penasaran.
"Kamu cantik."
Wajah Dhara merona, dia menunduk malu dengan gombalan receh yang ada di depannya.
"Wajah kamu merah tuh."
Dhara semakin malu akan tingkah El, dia segera menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Ah umm.. Kita jadi belajar nya gak?" Tanya Dhara mengalihkan pembicaraan.
El terkekeh dan menganggukkan kepala. "Perkenalkan nama aku Elzyo, kamu bisa panggil aku El."
Dhara menganggukkan kepala, lalu mulai menunjukkan pelajaran yang tak ia mengerti.
***
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz