Nicho gelagapan ditanya langsung oleh kakak iparnya itu. "Maksud kamu apa?" tanya Nicho memutar bola matanya seolah pernyataan atau pertanyaan Mo tak begitu penting untuknya. Di pihak Mo, dia saat ini tengah diliputi rasa geram. "Kak Nicho tidak perlu berpura-pura bodoh ya. Aku melihat sendiri kalian berdua masuk kedalam hotel bersama-sama." "Itu ... bisa tolong dirahasiakan?" bisik Nicho memutar kepalanya ke segala arah. Dia hanya sekadar ingin memastikan tidak ada orang lain di ruang makan selain dirinya dan Mo. "Jangan sakiti Kak Ivo. Dia bukan wanita seperti Bella atau kekasih kamu sebelumnya. Aku minta jangan sakiti hati dia." Mo meraih jemari Nicho yang tergeletak di atas meja. Dia meremasnya. Dia tidak masalah merendahkan diri memohon belas kasih Nicho. Mo melihat raut

