Pernikahan

1265 Words

Siapa bilang menikah itu menjadi hari paling membahagiakan? Hal itu tidak dialami dan dirasakan oleh seorang gadis berusia dua puluh dua tahun yang hari ini telah menjadi mempelai pengantin wanita. Di salah satu salon, tampak kericuhan yang disebabkan kedatangan rombongan mempelai pengantin wanita. "Non, riasan wajahnya mau seperti apa?" Tanya perias wanita yang bertubuh tambun. Maureen menguap lebar sebagai tanda bahwa dia masih mengantuk tapi dia dipaksa untuk ikut ke salon ini jam lima pagi. "Terserah," sahut Mo singkat. Dia mengatur posisi duduk yang nyaman agar bisa melanjutkan tidur lelapnya. "Non, jangan tidur. Nanti riasannya gak merata," si perias mengguncang bahu Maureen. Inggrit yang melihat tingkah adiknya yang tengah selonjoran di kursi salon, berjalan menghampiri. Mo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD