"Kak Grit, tolongin Mo dong," Mo mengguncang lengan kakak tertuanya yang tengah terbaring di atas ranjang dengan wajah tertutup masker. "Hmfff," sahut Inggrit masih membungkam mulutnya. Kesal diabaikan oleh kakak tertuanya, Mo memilih mendatangi kamar kakak keduanya. #Untung saja aku punya banyak saudara perempuan# kekeh Mo berjalan ke kamar sebelah. Ceklek ... "Kak Ivo, Mo mau masuk nih," ujar Mo berdiri di depan pintu dengan tangan menekan handle pintu. #Loh kok gelap sih kamar Kak Ivo# Mo mengernyit ragu untuk terus melangkah ke dalam kamar Ivo. "Hiks hiks hiks" Sedikit cahaya dari luar menyorot masuk melalui celah pintu. Mo masih bisa melihat kakak perempuannya berbaring menelungkup di atas ranjang. Suara isak tangis terdengar masuk ke telinga Mo. Mo berlari kecil memasuki k

