"Kak Ivo, Mo mau dilamar orang," pekik Mo melempar dirinya ke dalam pelukan kakak keduanya. Ivo yang baru membuka pintu kamar tidurnya, dibuat terkejut dengan tindakan serta ucapan Mo. Untung saja Ivo memiliki respons sigap. "Mo mau nikah Kak," ujar Mo terdengar antusias namun wajahnya tak terlihat bahagia. Mo menarik diri membuat jarak setelah dia mendapat kekuatan dari pelukan Ivo. Ingin rasanya Mo menangis menceritakan peristiwa yang dia alami tadi siang. Tapi dia tahu kalau aib yang dia perbuat harus tetap tersimpan rapat. "Siapa pria itu," Tanya Ivo penuh selidik. "Dia kakak lelaki Larry," cicit Mo takut memandang raut kecewa di wajah Ivo. "Kenapa mendadak menikah Mo? Apa telah terjadi sesuatu padamu?" Mo menggelengkan kepalanya. Membantah asumsi Ivo. "Mo cinta sama dia Ka

