15. Pelarian Yang Menenangkan.

1083 Words

Setelah keributan kecil di depan butik Medina, Lintang tetap melangkah masuk. Ada rasa jengah, malu, dan sisa-sisa emosi yang belum reda, namun ia tak peduli. Sekalipun tadi sempat beradu mulut dengan Serina dan mertuanya di depan umum, Lintang memilih menyelesaikan urusan yang lebih penting—bertemu Luna. Bukan untuk memohon. Tidak. Harga dirinya masih terlalu tinggi untuk itu. Ia datang sebagai negosiator. Seorang staf yang mengenal Lintang segera mempersilakan masuk ke ruang kerja Luna. Di dalam, ruangan luas dengan sentuhan interior modern-klasik yang anggun membuat Lintang sempat terdiam sejenak. Siapa sangka, wanita yang dulu dianggap lemah dan kampungan olehnya, kini duduk tegak sebagai pemilik bisnis fashion yang prestisius? Luna masih dalam balutan abaya longgar bewarna hitam de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD