33

1442 Words

Lenguhan halus keluar dari mulut Lina saat sinar mentari yang masuk lewat cela Gorden menerpa wajah cantinya. Perlahan mata Lina terbuka. Dia bisa merasakan ada yang berat menimpa pinggangnya. Lina sudah biasa dengan itu, dan Lina tau apa itu. Lina mendongak menatap pemilik lengan berat yang sedang bertengger di pinggangnya. Lina tersenyum manis melihat orang itu, suaminya. Bukannya bangun Lina malah makin mendekat kearah Suaminya. Lina tak tau hari ini dia akan bersama siapa. Bisa Anta, bisa Fernan atau juga Arland. Lina tak tau. Yang jelas, Lina senang siapapun yang terjaga nantinya. Lina mengendus bau badan Suaminya yang khas. Tak tau kenapa Lina senang sekali mencium bau ini beberapa hari ini. Lina mendongak saat mendengar suara erangan dari lawan tidurnya. Seulas senyum terb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD