Cuma Kamu

1595 Words

Ben dan Melanie duduk di ruang tengah, gadis itu diselimuti jacket hitam Ruben. Ia menunduk diam, ekspresi shok masih terlihat di wajahnya. Tadi Ben sudah memberinya minum dan mencoba menenangkannya. "Seharusnya ... aku bisa datang lebih awal, nggak-nggak ... harusnya aku nggak membiarkanmu tinggal sendiri, aku nggak habis pikir deh, kenapa Fiki bisa berbuat sampai senekat itu? Kenapa ... dia mengincarmu, aku masih nggak ngerti!" heran Ben. Melanie mengangkat wajahnya, menatap pemuda di sampingnya. Bagaimana aku katakan padamu bahwa aku tahu kenapa Fiki lakukan itu padaku? Bagaimana aku katakan padamu bahwa kak Dennis dan mamamu ada dibalik semua kejadian ini. Aku nggak mau kamu membenci mereka, aku nggak mau itu. Airmatanya mengalir lagi. Sekarang aku harus bagaimana? Mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD