Amanda melangkah ke belakang, jujur saja dia takut melihat ekspresi Irsyad yang mulai emosi. "Amanda, aku sangat mencintaimu. Kamu tidak tahu bagaimana menggilanya aku setelah kamu tinggalkan. Apalagi saat aku tahu kamu hamil, aku sangat ingin menghukum diriku sendiri atas kesalahanku padamu." "Irsyad, sebaiknya kamu pulang! Sudah tidak ada tempat lagi bagimu dalam kehidupanku!" Amanda bergegas masuk ke dalam kamar, tapi siapa sangka jika Irsyad secepat kilat mengikuti dan langsung menutup pintu rapat-rapat. "Irsyad, kamu gila! Keluar!" pekik Amanda dengan suara tertahan takut membangunkan Mentari. "Aku tidak akan pernah pergi kemanapun sebelum aku mendapat ampunanmu. Mari kita mulai dari awal lagi menjadi keluarga yang bahagia, aku dan Dinda sudah lama bercerai. Kita menikah bukan k

