Amanda berada dimana dia juga tidak tahu, sebab memang dia baru kali ini pergi ke kota asing. "Nyonya mau berhenti di mana?" tanya Sopir taksi ikutan bingung. "Jalan saja, Pak!" jawab Amanda. Amanda tidak memiliki tempat tujuan, karena tidak mungkin baginya untuk pulang ke kampung dengan membawa segala aib dan juga penderitaan. Apalagi kondisinya sekarang juga sedang hamil, bagaimana jadinya nanti perasaan keluarganya jika tahu kalau dia adalah istri kedua. Bahkan seluruh kampung bisa menertawakannya. Mungkin Amanda masih bisa mencoba untuk tegar, hanya saja dia tidak sanggup melihat ayahnya yang menjadi kepala desa akan dihina orang lain. kemudian dia ingat dengan cek uang yang diberikan Dinda kemarin. Kemudian tak jauh dari pandangannya ada sebuah rumah kecil di pinggir jalan yan

