15. Elevator

1257 Words

Dari mana?" Amar menoleh sekilas pada Agastya yang kebetulan berbarengan memasuki lobby kantor. "Abis ketemu Nino, makan siang. Lu?" "Selesai meeting di cabang." "Sendiri?" "Tadi bareng Kayla, tapi tadi dia di hubungi Kaivan, diajak makan siang." "Ooh ...." Agastya melihat jam di tangannya, sudah pukul 13.05 wib. Melangkah masuk ke dalam lift bersamaan dengan Amar, ia kemudian merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. "Halo, dimana?" [...] "Jam makan siang karyawan berakhir jam 13.00, kenapa masih di luar?" [...] Amar menoleh kepada Agastya yang tengah berbicara di ponselnya. Matanya memicing, penasaran, dengan siapa adiknya berbicara. Tapi tampaknya ia tak perlu menebak-nebak lebih lama. Amar tertawa pelan melihat tingkah adiknya yang walaupun sekarang dari luar sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD