Tarik napas ... keluarkan. Tarik lagi ... keluarkan lagi. Nina melakukan hal yang sama sampai tiga kali. Saat ini, dia tengah berdiri di teras kediaman Janatra, laki-laki yang sampai detik ini masih berkuasa penuh atas hatinya. Tidak. Tidak lagi. Sekarang kedatangan Nina benar-benar murni, tanpa maksud untuk mendekati laki-laki itu. Setelah berpikir semalam penuh, Nina akhirnya mulai yakin untuk melepaskan si laki-laki pujaan. Benar kata Rindu. Masih banyak kebahagiaan lain yang menanti Nina di depan sana, kendati kebahagiaan tersebut bukan berasal dari Janatra Putra Rindra. Rantang besi berisi masakan yang spesial dia buat untuk Revalia dan suaminya, tertenteng di tangan Nina sebelah kanan. Sedang tangan kiri sudah terangkat ke udara, siap menekan bel di dekat pintu utama. Namun

