Janatra menganga melihat arsitektur rumah itu. Selama ini dia memang mendengar bagaimana kawasan ini digadang-gadang menjadi satu hunian masa depan yang luar biasa megah. Rumah yang sangat nyaman, terang, sirkulasi udara yang baik, di mana konsep moderen minimalis dan seni menyatu di dalamnya. "Ayo masuk, Ja." Silvia menarik tangan putranya yang seolah terpaku, menatap penuh kekaguman. Jantungnya mencelus, menggedor rongga d**a ketika mata madu Janatra menangkap dua orang seumuran Sapta dan Silvia telah menanti kedatangan mereka. Senyum lebar menghiasi wajah keduanya. "Putra, lama enggak ketemu, ya." "Om, Tante, apa kabar?" Janatra mencium punggung tangan pasangan yang tak lain adalah Rahardjo dan Maya. "Kami sehat, seperti yang kamu liat sekarang." Pasangan itu merentangkan tangan ke

