"Yaampun, Put. Itu hanya impian masa kecil. Seseorang bisa saja berubah seiring usia." Janatra menghela napas. "Gue berpikir, menjadi DJ enggak akan long lasting. Saat kita bertambah tua, eksistensi kita akan tergantikan dengan munculnya DJ-DJ muda yang mungkin lebih banyak inovasi." Janatra beringsut pelan, mendekat. "Lo tau gue laki-laki, keluarga gue selalu akan jadi yang utama. Makanya, gue berubah pikiran." "Segampang itu?" Revalia menoleh ke samping. Mendelik tajam pada Janatra yang berjarak hanya beberapa jengkal darinya. "Lo mending pulang saja deh." "Lo enggak seperti Puput yang gue kenal," keluh Janatra putus asa. Revalia tersenyum miris. "Memang! Gue udah bilang kan, nama gue Revalia. Puput sudah mati!" Revalia kembali mengulang ucapannya. "Lo tau, gue ke taman waktu itu. Lo

