PISAH YANG TAK MAU BERPISAH “Kedatangan yang tak pernah dinantikan. Kepergian yang tak ingin ditahan. Perpisahan berujung penyesalan.” —Dante Abraham— *** Usai menanggalkan penutup matanya dengan napas tidak stabil karena ketakutan, Anin terperangah melihat sosok yang sedang mengait pinggangnya dan merapatkan tubuhnya pada Anin. Saking terkejutnya, Anin bahkan sampai membuka setengah mulutnya, menatap wajah Rega dengan wajah pucat. Anin nyaris gila jika saja yang memperlakukannya seperti ini bukan Rega. Bersamaan dengan rasa terkejut Anin, lampu-lampu yang menggantung di atap berbahan kaca itu menyala satu per satu. Membuat Anin semakin terkejut lagi. Meski temaram, setidaknya Anin dapat melihat dengan jelas sosok di hadapannya saat ini. Selain itu, tanpa Anin sadari, banyak

