KEHILANGAN "Kehilangan begitu amat menyakitkan, sulit rasanya untuk disembuhkan, sebab akhirnya diri ditelan rasa bersalah yang tak termaafkan." —Dante Abraham— *** Sekitar pukul 21.42 malam, Anin duduk bersila di dalam kamarnya dengan sebuah kotak berpita serta surat misterius berbentuk burung di hadapannya. Anin memandangi kedua benda itu geregetan. Pasalnya, sejak pulang sekolah tadi ia menahan diri untuk tidak membuka kotak dan surat misterius sebelum ia tiba di rumah. Saat ini, rasa penasaran Anin sudah tak bisa ditahan lagi, ia ingin segera membuka kotak dan surat tersebut untuk mengetahui siapa sosok misterius itu sebenarnya. "Gue harap ini adalah petunjuk terakhir yang akan memberitahu gue siapa sosok misterius itu sebenarnya," celetuk Anin sembari membawa kotak miste

