Gelisah rasanya ketika malam telah larut, sama sekali tidak mengantarkanku pada tidur lelapku. Putar sana-putar sini, geser sana-geser sini tentu saja sudah ku lakukan. Tetapi perasaan cemas dan resah itu tak kujung juga hilang. Aku membenamkan wajah lebih dalam lagi di ketiak Mas Bagas. Kayaknya suamiku itu tidurnya enak banget, gak keganggu sama sekali, padahal aku dari tadi uda berisik banget nyari posisi dimana yang enak tapi Mas Bagas tetep anteng diposisinya. Harum juga, padahal gak pake apa-apa. Aroma alaminya dari tubuhnya, bikin aku selalu merasa ketagihan. Aku melingkarkan tanganku dilehernya, mengusap pelan tengkuknya yang sudah ditumbuhi bulu-bulu halus kesukaanku. Nyatanya Mas Bagas memang gak ada celanya, uda ganteng, baik, penyayang, perhatian terus... tapi ya sudahlah, g

