Chapter 24

1375 Words

“Bos, diam aja dari tadi. Paham gak sih apa yang gue bilang?” Alvaro  tersentak dari lamunannya. Mata dengan bulu mata lentiknya berkedip berkali-kali berusaha mengembalikan konsentrasi mendengar penjelasan Denis tentang proyek baru yang Henzie Holding dapatkan. Alvaro meneguk kopinya sejenak sebelum akhirnya kembali fokus menatap Denis dan Demon di hadapannya bergantian. Siang ini ketiga pria tampan berpakaian rapi itu tengah bersantai di sebuah kafe. Namun meskipun bersantai, pembicaraan mereka tidak jauh-jauh dari perkerjaan. Awalnya Alvaro ingin mendengar perkembangan tentang pekerjaan yang sudah dilakukan oleh kedua sahabatnya itu beberapa waktu belakangan ini. Namun sepertinya dirinya tidak bisa fokus, hanya Violet yang ada di pikirannya saat ini. Alvaro masih belum lepas dari kebin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD