Chapter 35

807 Words

Hampir seluruh pelayan berlari menuju kamar utama mansion besar ini saat mendengarkan suara tangis yang begitu nyaring serta suara barang-barang pecah. Rika yang berada paling depan dengan buru-buru memasuki kamar Alvaro dan Violet. Rasa kekhawatirannya langsung bertambah saat melihat Violet sedang menangis meraung-raung di dalam kamar sembari menghempaskan barang apa saja yang ada di dekatnya. “Ya ampun, Violet. Kamu kenapa?” Tanya Rika cemas. Violet masih terus menangis tanpa menjawab. “Let, jangan kayak gini dong. Kamu cerita coba sama kakak kamu kenapa?” Tanya Puri pula.  “A... Alvaro jahattttt!!!” Pekik Violet terbata-bata karena sudah lelah menangis “Ha? Tuan? Emangnya tuan kenapa? tuan kan lagi di Mumbai,” tanya Jeni heran.  “Dia pergi tinggalin istrinya.” “Loh, kan tuan kerja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD