Suara langkah kaki dari sepatu pantofel coklat mengkilap dengan harga fantastis itu sepertinya sama sekali tidak mengganggu aktivitas wanita yang tengah menunduk dan sibuk dengan serakkan kertas di depannya. Senyum manis terukir di bibir seorang Alvaro Adelio Cetta melihat pemandangan yang lebih kurang hampir dua bulan ia lihat. Istri cantiknya entah mengapa terlihat berkali-kali lipat cantik saat sedang serius belajar seperti saat ini. “Kamu terlalu serius, Mahal.” Barulah setelah Alvaro bersuara wanita yang tidak lain adalah Violet itu menyadari bahwa kini di ruangan besar yang didominasi warna putih itu ada orang lain selain dirinya. Violet mendongakkan kepala tersenyum semringah menyambut kedatangan suaminya. “Mrs. Lauren udah pulang?” Violet mengangguk sembari kembali melanjutkan ak

