BAB 46 - salah paham

2263 Words

Udara masih dingin, sinar matahari pun belum tampak berkilau seperti emas meskipun terangnya telah menyinari seluruh tempat. Gadis itu sudah tiba di rumah pimpinannya tepat sebelum jam tujuh pagi, seperti yang disepakati kemarin. Namun, tanpa sepengetahuannya ada sepasang mata yang memperhatikan dan membuntuti gadis itu dari jauh. Windy terus berjalan menuju ke pintu depan, tak berapa lama kemudian Mirah—asisten rumah tangga Bu Mayang—sudah berdiri di depannya, membukakan pintu untuk sang gadis. “Selamat pagi, Chef! Saya sudah siap,” sapa Windy dengan senyumnya yang lebar sambil menatap laki-laki itu yang masih sibuk menulis-nulis di secarik kertas di atas kakinya yang disilangkan di kaki yang lain, mungkin laki-laki itu sedang merencanakan belanja bahan makanan hari ini, sehingga tidak p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD