Menikmati kucuran air shower yang dingin, menghujani tubuhnya dari atas, benar-benar sesuatu yang menyenangkan baginya. Kucuran air shower yang deras yang menghantam tubuhnya bertubi-tubi dari atas, dirasakan Rhea bagaikan pijatan Mbok Sur yang sering memijat tubuhnya, kala tubuh terasa penat dan lelah. Rhea jadi kangen sama tangan-tangan kecil perempuan tua itu yang mampu mengeluarkan pijatan yang begitu keras dan mantap. Namun, sesaat Rhea terdiam dan tercengang saat mendapati bagian dadanya ada sebuah tanda berwarna ungu. “Tanda apa ini?” gumam Rhea sambil berusaha menggosok-gosok tanda itu, tapi tidak hilang juga, “kenapa bisa ada tanda ungu seperti ini di dadaku?” batinnya heran, “apa semalam aku melakukan sesuatu? Sesuatu--” Kembali Rhea berusaha mengingat-ingat apa yang telah dilak

