BRAAAKKK!!! "Jangan bergerak!" Pistol di tangan Fariha terlempar ke arah dinding. Sekelompok pasukan berseragam coklat masuk ke dalam rumah dengan pistol siap terangkat di tangan mereka. Beberapa orang maju untuk meringkus Yunita dan juga Fari, beberapa lagi memeriksa kondisi Pras. "Kalian semua, tolong ikut kami ke kantor polisi!" Kepala polisi itu berbicara kepada Ali dan keluarganya. Sesaat setelah mengatakan itu, sang kepala polisi menghampiri Aidan dan membicarakan sesuatu dengan serius. Rupanya mereka datang atas laporan dari salah seorang sahabat Ali itu. Ali menangkup wajah Sarah dan menatapnya dengan ekspresi khawatir, "kamu tidak apa-apa?" "Ya," jawab Sarah masih shock dengan apa yang baru saja terjadi di depan matanya. Jika saja para polisi itu datang terlambat, mungki

