Bab 27. Martabak

1137 Words

"Reyhan! Kamu ngelamun, ya?" semprot Kayla sewot. Dari tadi wanita itu menjelaskan tentang konsep yang akan diajukan pada klien untuk meeting besok, tetapi Reyhan sama sekali tidak menanggapi. Bahkan lelaki tampan itu melamun dan tidak merespon apapun yang diucapkan Kayla. "Eh tadi kamu bilang apa? Coba ulangi!" ucap Reyhan setelah tersadar dari lamunannya. Sejak berangkat tadi Reyhan memang tidak konsentrasi untuk kerja. Entah kenapa pikirannya malah tertuju kepada Alya yang sedang sakit di rumah. Apalagi jika ingat kejadian tadi malam, saat dirinya bangun dalam keadaan berpelukan dengan wanita itu. Sungguh Reyhan belum bisa melupakan kejadian itu. Apalagi setelahnya, lelaki itu kesulitan untuk menidurkan junior kecil yang memang sudah menginginkan untuk dituntaskan hasratnya. "Kamu se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD