Bab 01. You Crazy?

1106 Words
Justin Christein—pria yang baru memasuki usia tiga puluh tahun, yang sekarang sedang mengincar mangsanya yang bekerja di sebuah salon ternama di kota tempat dirinya menetap. Dia tidak sengaja melihat gadis itu dua hari yang lalu membuang sampah dengan senyuman manisnya. Jantungnya langsung berdetak kencang melihat gadis yang dia yakin jauh umurnya di bawah dirinya. Setelah dirinya menyelidiki gadis itu, ternyata gadis itu bernama Helena Anaura, gadis berusia dua puluh tahun yang bekerja sebagai pegawai salon dan tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan lupakan, Justin juga tahu kalau gadis itu yatim piatu dan hidup di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari sini, dirinya tinggal sendirian di sana. Justin sudah membuat sebuah scenario untuk mendapatkan gadis itu ,menjadi pendamping hiduopnya. Dia percaya pada cinta pandangan pertama. Dan percayalah, dirinya mencintai gadis itu yang membuat dirinya terus membayangkan wajah dan senyuman manis dari Helena setiap malamnya. Justin merasa gugup sebelum keluar dari dalam mobil. Ayolah Justin! Kau bukanlah seorang pria baik-baik yang tidak pernah memiliki sebuah hubungan dengan seorang perempuan dulunya. Kau adalah seorang pria yang memiliki banyak perempuan menghangatkan ranjangmu. Tapi, mereka semuanya tidak pernah memiliki tempat di hati Justin! Justin tak pernah mencintai para perempuan itu sebelumnya. Justin berjalan memasuki salon itu dengan langkah tegap dan ketampanan yang membuat setiap orang melihatnya dengan tatapan penuh kekaguman dan mereka ingin melemparkan diri mereka pada Justin sekarang juga. “Tampan, kau membutuhkan apa?” tanya salah satu wanita yang ada di depan Justin dengan tatapan genitnya menatap pada Justin. Justin menggeleng dan menatap pada Helena yang melayani wanita paruh baya yang tidak dimengerti oleh Justin rambutnya akan diapakan. Justin berjalan mendekati Helena. Ayolah Justin … jangan menjadi pria yang tidak pernah mendekati perempuan saja. Tapi, bukankah memang benar? Kalau dirinya tidak pernah mendekati wanita lebih dulu. Yang ada para wanita itu mendekati dirinya dan terus menyerahkan diri pada Justin. “Kau sedang sibuk? Aku ingin berbicara padamu.” Helena menatap pada Justin dan menaikkan sebelah alisnya menatap pada Justin. Dirinya tidak mengenal pria ini dan kenapa dia mau berbicara dengan dirinya? “Siapa kau? Apakah kita pernah mengenal sebelumnya?” tanya Helena, dia merasa tidak pernah mengenal pria ini. Bahkan selama dirinya bekerja di sini, dirinya tidak pernah melihat pria ini menjadi pelanggan di salon ini. “Tidak. Tapi, aku ingin bicara padamu. Ada hal penting yang perlu aku bicarakan padamu!” Justrin berkata tegas. Helena menghela napasnya. “Maaf, aku tidak bisa. Aku harus berkerja. Anda bisa mencari yang lain untuk bicara,” kata Helena, menolak untuk bicara dengan pria yang tidak dikenal olehnya. Justin berdecak. Lalu memanggil pegawai yang lain, yang tampak tidak memiliki pekerjaan. Dia ingin bicara dengan Helena, bukan dengan yang lain. Yang dia butuhkan adalah Helenan—gadis yang menarik perhatiannya dan mampu membuat dirinya jatuh cinta. “Kau gantikan pekerjaan dia. Aku akan membayarmu dua kali lipat nanti,” ucap Justin pada pegawai itu, yang langsung diangguki oleh pegawai itu. Dia mendorong Helena untuk menyingkir dari situ dan pergi bersama pria tampan itu. “Sekarang bisa, ‘kan?” tanya Justin tersenyum manis. Helena mendengkus dan mengangguk, mengikuti langkah Justin dari belakang. Helena masuk ke dalam mobil Justin. Justin menatap pada Helena dengan masih menampilkan senyuman manisnya. “Aku Justin Christein. Mari menikah dengaku. Aku mencintaimu.” Katanya membuat Helena mendengarnya terkejut. “Kau gila?” tanya Helena gamblang. Mana ada seorang lelaki yang baru mengenalkan diri, dan langsung mengajak menikah. Oke. Sepertinya dia memang gila baru keluar dari rumah sakit jiwa. Tapi, kalau mau gila, jangan membawa Helena. Dirinya masih sangat waras. Dan tidak mau ikutan masuk rumah sakit jiwa. Justin tertawa kecil mendengarnya. Helena memang lucu sekali. Ah, sudah tidak sabar dirinya menjadikan gadis ini sebagai istri kecilnya. Dan memadu kasih dan membuat rumah tangga mereka menjadi harmonis dengan hadirnya anak-anak mereka nantinya. “Ya. Aku sudah gila. Rasanya aku menjadi lelaki yang tidak bisa melihat ke arah lain. Aku hanya bisa melihat dirimu, jatuh cinta pada senyumanmu dan juga wajah polosmu itu.” Ucap Justin, membelai wajah Helena. Helena segera menepisnya. Dia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh pria gila di depannya ini. Untuk apa dirinya mendengarkan hal yang tidak masuk akal? Seribu kalipun lelaki ini melamar dirinya dan mengajak dirinya menikah. Dia akan menolaknya. “Aku tidak mau. Aku tidak tahu siapa kau. Dimana rumahmu. Siapa dirimu dan dari mana kau berasal. Bisa saja kau itu adalah seorang pria c***l atau penjual organ tubuh manusia. Sehingga kau mengatakan ingin menikahiku, namun setelahnya kau akan membunuh diriku dan menjual organ tubuhku!” tuduhnya. Justin takjub akan pemikiran dari Helena yang luar biasa sekali. “Waw! Kau seorang penulis? Sehingga dirimu berpikir sejauh itu.” Kata Justin tertawa kecil. Dia bukan serorang yang c***l dan menjual organ manusia. Dia hanya pria tampan nan kaya. Memiliki segalanya untuk dibanggakan. Dan perusahaannya menjadi nomor satu di Amerika. Dan kekayaannya juga sudah diakui oleh dunia. Dan bahkan setiap minggunya majalah forbes akan menampilkan dirinya yang berkharisma ini. Dan menjadi pengusaha termuda yang kekayannya bersihnya sampai seratus lima puluh sembilan billion dollar. “Kalau aku c***l, aku sudah membawa dirimu ke hotel sekarang juga. Dan kalau aku akan membunuh dirimu. Aku tidak akan mengajak dirimu untuk menikah. Untuk apa? Kalau ujung-ujungnya akan aku bunuh. Lebih baik langsung aku bunuh saja. Kalau kau ingin tahu siapa aku, kau bisa membuka ponselmu dan mencari tahu siapa aku. Dan untuk lebih mengenal lagi. Mari kita menikah. Hidupmu akan terjamin.” Justin menampilkan senyuman terbaiknya. Helena menggeleng. “Aku tidak peduli siapa dirimu. Yang jelas, aku tidak berniat menikah. Aku ingin kembali berkerja.” Helena membuka pintu mobil, dan kelua lalu berjalan masuk ke dalam salon kembali. Justin yang memerhatikan kepergian Helena tertawa kecil. Dirinya benar gila ternyata. Melihat Helena dari dekat saja tadi, membuat jantungnya berdegup sangat kencang dan ingin melumat bibir gadis itu tadi. Untung dirinya tahan. Kalau tidak, dia sungguh akan membawa Helena ke hotel sepertinya. “Aku akan datang kembali sayang. Kau harus menjadi pengantinku. Aku hanya mau menikahi dirimu. Aku tidak akan menikahi gadis lain selain dirimu. Kau akan menjadi istri kecilku yang sangat seksi.” Gumamnya, menghidupkan mobilnya dan meninggalkan salon itu dengan kecepatan sedang. Helena yang menatap kepergian Justin menggeleng pelan. Dia begitu sial hari ini bertemu dengan orang aneh, yang langsung melamar dirinya. Padahal dia tidak kenal dengan pria itu. “Helena! Kembali bekerja dan jangan melamun!” Helena mengangguk, dan kembali bekerja. Mengabaikan ucapan dari Justin tadi. Dia akan menganggap ucapan pria itu hanya sebuah angina lalu, yang tidak penting sama sekali. Gila saja dirinya menikah dengan umurnya baru dua puluh tahun. Walau dia sudah lelah bekerja, tapi dia masih menikmati waktu sendirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD