Dua Puluh Empat

1881 Words

*Author's POV* Sudah beberapa hari ini Davino selalu lembur. Jika biasanya Davino tidak memberitahukan keberadaannya, kali ini ia selalu mengirimkan pesan kepada gadis kesayangannya itu agar tidak menunggunya dan tidak lupa meminta untuk dimasakkan menu tertentu. Selama Davino lembur, Lian memang tetap memasak untuk Davino. Walaupun dia akan makan lebih dulu karena bisa dipastikan Davino selalu datang saat dinihari. Saat ia sedang memasak menu favorit kakaknya, sayur tauge, ikan asin dan empal daging, suara dering ponselnya mengalihkan perhatian Lian. Segera ia letakkan ponsel itu di tempat strategis dan menerima panggilan itu. "Mamaa.. Papaaa..." sapa Lian dengan nada manja. "Masak apa, Kak Lian?" tanya Embun pada anak perempuan semata wayangnya. "Goreng empal, Ma. Ini sambil nunggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD