Dua Puluh Delapan

1801 Words

*Davino POV* Sudah beberapa hari aku tinggal di kantor. Kadang makan kalau ingat dan mabuk kalau pekerjaan ternyata bisa selesai lebih awal. Aku tidak paham perasaan apa yang aku rasakan. Perasaan jijik, marah, kesal, kecewa, semuanya tidak bisa aku ungkapkan. Kenapa Tuhan melakukan ini kepadaku? Kenapa harus aku yang merasakan ini? Aku sudah ingin mengamuk lagi. Kebiasan yang aku lakukan sebelum mulai mabuk. Menghancurkan semua barang dan berteriak seperti orang kesetanan. Dadaku sesak. Kenapa Mama dan Papa meninggalkanku?! Kenapa harus aku sendirian yang menghadapi ini?! "Jelaskan sama Davino kenapa Davino harus ditinggalkan sendirian Pa, Ma? KENAPA?! KENAPA KALIAN GAK AJAK AKU?! KENAPA?!" BUGH! BUGH! BUGH! Kuhantam tembok dengan keras. "AAAAARRRGHHHH!" BUGH! BUGH! BUGH! Kuhantam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD