Kini pagi pun tiba, Gladys sudah selesai masak di bantu dengan Ardi sedangkan Sena bahkan sampai jam enam ini belum bangun. Gladys lalu memutuskan untuk membangunkan Sena yang masih asik menikmati mimpinya itu. “Bangun” bisik Gladys yang kini mengusap pipi Sena. Sena bergeming, dia bahkan belum berpindah dari posisinya saat ini. Gladys yang tidak sabar pun langsung menggoyangkan badan Sena bertujuan agar tunangannya itu segera bangun dari tidurnya. “Maass ih, kok makin susah bangunnya” kesal Gladys. Setelah hampir lima menit kini Sena mulai bergerak dalam tidurnya dia seperti menunggu sesuatu yang akan dilakukan oleh wanita manis di depannya ini. dia masih memejamkan matanya dan ketika Gladys masih terdiam barulah dia mengatakan. “Ciuman paginya mana?” ucap Sena dan sukses membuat wan

