Hari berlalu begitu cepat, mungkin semuanya terasa berat bagi Gladys kedua orang yang disayanginya kini bahkan sedang terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Umur merea yang memang sudah sangat tua semakin membuat Gladys sedih, dia hanya tidak sanggup membayangkan saat kedua nenek dan kakeknya akan meninggalkannya dari dunia ini. Kakeknya jatuh sakit dan neneknya pun sama, mereka kini di rawat dalam satu ruangan yang sama. Air mata kesedihan terus jatuh di pipi Gladys, dia sangat sedih dia selalu minta kepada Tuhan agar kedua nenek kakeknya ini panjang umur tapi jika melihat kondisinya yang seperti ini membuat Gladys tidak tega untuk melihatnya. Ardi dan Gladys terus menunggu di ruang rawat bahkan sudah seminggu tokonya tutup, ini semua karena Gladys yang tidak ingin meninggalkan kakek

