Dengan hadirnya Dinar kecil di antara mereka, berbeda dari Najwa yang tidak menentu oleh perasaannya antara senang atau menyesal, Ele sangat bahagia dan antusias. Sudah tiga tahun lamanya dia mengharapkan kehadiran seorang anak. Sekalipun belum mendapatkannya Ele tidak akan mencarinya dari rahim wanita lain, dia akan bersabar, menunggu dan Dinar kecil yang mereka adopsi akan menjadi pengokoh bagi Ele untuk tetap bersabar menjalaninya. Setelah bicara dengan pemilik panti asuhan, Dinar kecil digendong oleh Ele untuk dibawa ke rumah. Ele gemas melihat mata yang entah kenapa binarannya sama dengan Najwa, Ele terus membandingkannya saat melangkah ke parkiran. Tapi melihat keantusiasan yang pudar dari wajah Najwa, wajah Ele masam. Saat masuk ke dalam mobil, lelaki itu bertanya. “Kamu terlihat t

