“Hidupmu tidak akan pernah bahagia, aku tidak akan membuatmu tenang sampai kamu memilih mati!” Seperti itu bunyi pesan ancaman yang dikirim ke ponselku siang ini. Selama ini aku paham seperti apa rasanya diancam. Masa SMA dulu, Feli sering kali mengancamku bersama gengnya agar menjauhi Jason. Padahal sudah berulang kali kukatakan kalau aku dan Jason hanya bersahabat. Namun aku tidak merasa takut sedikitpun meskipun Feli sering kali mengancam akan merusak wajahku berkali-kali. Bagiku ucapan Feli seperti angin ribut yang akan reda dengan sendirinya. Bahkan tidak pernah berdampak buruk pada mentalku. Setelah lulus, kehidupanku lebih tenang karena tidak ada lagi ancaman dari gadis menyebalkan itu. Tapi sekarang, saat pesan ancaman itu masuk mampu mengubah emosiku seketika. Kedua tanganku g

