Bab 79. Pisah kamar

1568 Words

Sebagai seorang anak yang selalu berusaha berbakti kepada orang tuanya, aku merasa kecewa melihat Daddy harus sampai diancam oleh suamiku sendiri dan melihat drama ketegangan di ruang keluarga rumah Adam. Kenapa harus sampai sejauh itu demi membuat Daddy tidak berkutik. Sejujurnya dalam hati kecil aku marah dengan tindakan Adam seperti ini. Lalu suamiku itu mengatakan lebih baik dia yang bertindak daripada Daddy Brahm. Hal itu membuatku seperti sedang membenarkan perkataan Daddy tentang masuk dalam keluarga mafia. Apa kekerasan selalu menjadi jalan terbaik bagi mereka dalam menyelesaikan masalah? Meskipun berulang kali Adam membujukku, namun entah rasanya tidak semudah itu melupakan semua yang terjadi kemarin. Terutama jika aku membayangkan tatapan mata sendu Daddy dalam kemarahannya itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD