Bab 20. Pindah Ke Apartemen

1601 Words

Kening Jason mengerut takkala pernyataan cintanya malah ditanggapi dengan bulir air mata yang jatuh di pipi Lusi. Masalahnya ia tidak bisa menebak apakah Lusi menangis karena bahagia atau karena kecewa. “Hei, kok malah nangis. Perkataanku ngak nyakitin kamu kan?” Jason terkejut dan tidak mengharapkan reaksi sedih dari wajah Lusi saat merencanakan untuk menyatakan cintanya. Lusi menggeleng. “Kamu tahu kan, Jas. Keluargaku itu ngak seperti keluarga kamu. Selama ini aku tinggal berpindah kos-kos an karena…” “Aku tahu, Lus. Kamu lupa latar belakangku? Aku tahu siapa orang tua kamu dan kenapa kamu seperti sendirian.” “Meskipun aku mau jadi pacar kamu, aku ngak mungkin bilang kalau kamu itu pacar aku sama papa aku. Apalagi sampai ketahuan sama mama tiriku, bisa bahaya buat kamu.” “Makanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD