Sepanjang perjalanan pulang kembali terisi hening. Tentu saja jenis hening kali ini berbeda, karena raut wajah yang Andre tunjukkan sama sekali tidak bersahabat. Namun Anna bersyukur, karena pria itu tidak berkendara dengan emosi yang kini memenuhi wajahnya. Bahkan kini mereka sudah sampai di kediaman orang tua Andre dengan kondisi selamat. Andre segera turun tanpa menunggu Anna, dan tidak lama terdengar bantingan pintu di lantai atas. Anna yang mendengar itu hanya bisa menghela napas. Sembari mencoba merapalkan kata sabar dalam hatinya. Ternyata perjuangannya belum usai. Dan di saat-saat tidak menyenangkan seperti saat ini, panggilan dari seseorang yang tidak Anna inginkan hadir. Awalnya Anna abaikan, tapi di dering ketiga, gadis itu memutuskan untuk mengangkatnya. “Ke luar, Na! Gue

