3

1605 Words
Keesokan siangnya Annabelle dengan tergesa-gesa kembali kerumah itu lagi. Sambil membawa kopernya karena dia belum berhasil menemukan tempat tinggal yang sesuai dengan keadaan keuangannya. Dia meninggalkan kopernya diluar pintu. Karena yakin tidak akan hilang dirumah yang berpagar ini. Seharian dia berkeliling mencari tempat tinggal tapi belum beruntung. Dia hanya mempunyai sedikit uang dari hasil menjual perhiasannya yang tidak seberapa. Jadi tentu saja pilihannya terbatas. Annabelle membunyikan bel pintu rumah tante Katelyn. Dan Emily yang membukakan pintu. Dan segera mengantarkannya masuk. “Annabelle, kau sudah datang. Ayo masuk nak.” “Iya tante, maaf saya agak telat.” Annabelle diantar oleh Emily ke ruang tamu dan disana sudah ada Tante Katelyn. Annabelle tidak menyangka kalau tante Katelyn sudah menunggunya. Apakah dirinya sangat terlambat? Bagaimana jika Tante Katelyn tidak jadi memperkerjakannya? Annabelle sedikit panik. Semoga dirinya tidak dipecat. Baru hari pertama bekerja sudah dipecat sungguh akan menjadi rekor. Hal itu cukup membuat Annabelle tertawa didalam hati meski sedang kesusahan. Bergegas Annabelle mendekat. Agar tante Katelyn tidak semakin menunggu lama. “Iya tidak apa-apa. Ayo kita mulai.” jawab Tante Katelyn. Betapa lega Annabelle mendengarnya. Tante Katelyn membawa Annabelle keruang kerjanya, dimana diruangan itu terdapat computer yang akan digunakan untuk mengetikkan novel tante Katelyn. Dan mereka mulai bekerja sebelum hari semakin malam. Tante Katelyn mendiktekan kata-kata untuk novelnya dan Annabelle mengetikkannya dengan cepat. Tak terasa hari sudah menunjukkan jam 5 sore. “Annabelle, bagaimana kalau kau makan malam dulu disini sebelum pulang?” “Maaf tante saya tidak bisa. Saya harus bergegas pulang karena ada urusan penting. Mungkin lain kali tante.” “Saya permisi dulu tante.” Dengan tergesa-gesa Annabelle pergi karena dia masih harus mencari tempat tinggal. Kalau tidak, bisa-bisa dia tidur dipinggir jalan. Dan tanpa Annabelle sadari handphonenya tertinggal diruang kerja tante Katelyn. Tante Katelyn bergegas mengejar Annabelle yang baru saja keluar. Saat membuka pintu depan Katelyn heran melihat Annabelle yang berjalan sambil membawa koper. “Annabelle, kamu mau kemana membawa-bawa koper?” Annabelle tersentak kaget dan berbalik menghadap Katelyn. “Tante Katelyn, aku mau mencari tempat tinggal, karena sewa tempat kostku berakhir hari ini. Dan sejak pagi aku belum menemukannya. Karena itu aku tergesa-gesa pergi. Maafkan aku tante.” “Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak punya tempat tinggal, Annabelle?” “Maaf tante saya tidak ingin menyusahkan tante.” “Saya permisi dulu tante.” “Tunggu Annabelle, tante mengejar kamu karena kamu lupa membawa handphonemu. Tadi tertinggal diruang kerja tante.” “Terima kasih tante, saya pamit dulu.” “Tunggu dulu Annabelle, Tante punya usul. Bagaimana kalau kamu tinggal disini saja bersama tante. Rumah ini begitu besar jadi banyak kamar tidak terpakai. Selain itu tante kesepian karena tidak ada yang menemani. Kalau ada kamu kan tante jadi punya teman untuk mengobrol. Dan kamu juga tidak perlu susah mencari tempat tinggal lagi, selain itu kamu kan akan jadi lebih gampang tidak perlu susah payah berangkat kerja kalau kamu tinggal disini.” “Tapi tante nanti saya merepotkan. Lagipula bagaimana kalau anak tante pulang nanti. Nanti saya jadi merasa tidak enak. Karena seolah-olah saya memanfaatkan kebaikan tante. Tante sudah memberikan saya pekerjaan. Jadi saya tidak enak menerima kebaikan tante lainnya.” “Tante mohon Annabelle ini untuk kebaikan tante. Jadi kamu tidak memanfaatkan tante. Tante membutuhkan teman, kalau tidak tante bisa tambah stress. Kamu tentunya tidak maukan kalau sampai tante jatuh sakit lagi?” Setelah memikirkannya sesaat, akhirnya Annabelle menyetujuinnya. Dirinya tidak ingin menjadi penyebab Tante Katelyn kenapa-kenapa. Tentu saja itu hanya alasannya saja mungkin. Hihi. “Oke baiklah tante. Tapi saya tidak mau diberikan kamar yang istimewa ya tante. Berikan saja aku kamar-kamar seperti pelayan yang lain dirumah ini” “Kamar-kamar pelayan sudah penuh Annabelle, tapi jangan khawatir tante tidak akan memberikan kamu kamar yang istimewa. Kamu akan tante tempatkan dikamar Rose. Yang ada didekat kamar anak tante. Karena sesuai dengan namamu.” Annabelle tidak habis pikir kenapa Tante harus menempatkannya disana dekat kamar anaknya. Apa memang karena sama dengan namanya? Sudahlah Annabelle tidak ingin pusing memikirkan sebabnya. Yang penting malam ini dia tidak jadi tidur dijalan. Dirinya harus bersyukur walaupun ditempatkan di dapur juga tidak apa-apa. “Ayo kita masuk agar kamu bisa segera mandi dan setelah itu kita bisa makan malam bersama.” Tante Katelyn meminta Emily untuk mengantarkan Annabelle kekamar yang disediakan untuknya. Saat memasuki kamar itu Annabelle terperangah. Inikah kamar yang disebut tante tidak special. Lemarinya saja sebesar kamarku saat ditempat kost dulu. Gordennya begitu mewah berwarna ungu dan ranjangnya bertiang empat mirip ranjang para putri, Annabelle jadi tidak enak hati.  Nanti dia harus berbicara lagi dengan Tante Katelyn. Kemudian Annabelle membersihkan dirinya didalam kamar mandi. Bahkan kamar mandinya saja sangat mewah, tempat berendamnya saja ada. Dan cukup besar. Annabelle belum pernah mandi berendam. Dirinya sangat ingin mencoba. Tapi tidak mungkin untuk saat ini, nanti Tante Katelyn akan menunggu terlalu lama. Dirimu sungguh tidak tahu malu Annabelle. Baru saja merasa tidak enak sekarang sudah mau mandi berendam. Annabelle memarahi dirinya sendiri. Annabelle jadi merasa mirip seperti gembel jika dibandingkan dengan semua ini. Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian Annabelle bergegas turun kebawah untuk makan malam bersama tante Katelyn. “Tante, apakah tidak berlebihan memberikan aku kamar itu? Aku rasa aku tidak pantas untuk kamar itu. Aku hanya pegawai tante bukan tamu tante.” “Tidak apa-apa Annabelle. Hanya itu kamar yang bukan kamar luar biasa. Kamar selain itu bahkan lebih menakjubkan Annabelle. Kau tidak akan mau.” Jelas tante Katelyn dengan tersenyum. "Bagaimana dengan kamar pembantu saja Tante?" Annabelle masih berusaha. Karena dirinya merasa sangat tidak enak tinggal dikamar itu. Meskipun bathtubnya sangat menggiurkan. Dan bukan karena tidak betah tapi lebih karena terlalu mewah. Dirinya tidak ingin memanfaatkan kebaikan tante Katelyn. "Kamar pembantu sudah penuh Annabelle, tadi sudah tante katakan bukan." Jawab tante Katelyn dengan tersenyum. Sepertinya sangat aneh rumah sebesar ini kamar pembantunya sudah penuh. Tapi Annabelle tidak mungkin mengatakannya kepada tante Katelyn. Sama saja dia menuduh Tante Katelyn berbohong kalau begitu. Jadi tidak ada lagi yang bisa Annabelle katakan jika begitu. Jadi dia hanya menyantap saja makanan yang sudah disediakan pelayan diatas meja. Setelah berbincang-bincang sebentar, tante Katelyn ingin segera tidur. Karena kondisi kesehatannya belum benar-benar pulih setelah kejadian kemarin. Annabelle juga bergegas kekamarnya untuk tidur. Saat Annabelle berganti pakaian untuk bersiap-siap tidur. Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya. Annabelle berbalik mengira bahwa itu adalah tante Katelyn karena membutuhkan sesuatu. “Ahhhh…. Apa yang anda lakukan memasuki kamar orang lain begitu saja tanpa mengetuk pintu,” teriak Annabelle sambil bergegas menutupi tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam dengan selimut. Untung saja dirinya belum membuka semua pakaian. Tak disangka Annabelle ternyata yang muncul didepan pintunya adalah anak tante Katelyn, Marco. “Seharusnya aku yang bertanya nona, siapa dirimu berani-beraninya masuk dikamar ini dan dimana mamaku?” ujar Marco dengan dingin. “Ibumu tentu saja ada dikamarnya, Tuan.” Sahut Annabelle juga dengan marah. Meski dia anak majikannya tapi bukannya minta maaf dirinya malah marah-marah. Hal itu menbuat Annabelle jadi ikut marah juga. Marco melangkah masuk kedalam kamar Annabelle dan berjalan mendekati Annabelle. “Dan siapa dirimu nona? Kau belum mengatakannya kepadaku.” “Aku Annabelle asisten ibumu.” “Dan sejak kapan ibuku memiliki seorang asisten?” “Dapatkah anda berhenti disitu tanpa mendekat kemari, Sir? Aku akan menjawab pertanyaan-pertanyaan anda tanpa anda harus mendekat kemari.” Bukannya berhenti disitu Marco malah semakin mendekati Annabelle. Dan karena terpojok Annabelle lebih baik ikut berjalan mundur sambil membawa selimut yang menutupi dirinya. Annabelle memalingkan wajahnya tidak berani menatap kepada Marco yang hanya berjarak sejengkal kaki saja. Entah kenapa jantung Annabelle berdetak sangat cepat. “Annabelle, ada apa kenapa kau berteriak?” tiba-tiba tante Katelyn memasuki kamar Annabelle. “Marco, apa yang kau lakukan disini? apa kau lupa dimana kamarmu nak?” “Aku tidak lupa mama, hanya saja saat melewati kamar ini aku mendengar ada aktifitas, jadi aku mengira kalau ada pencuri disini.” Marco berbicara sambil menatap Annabelle tajam. “Siapa dia mama? Dan apa yang dia lakukan disini?” “Marco perkenalkan ini Annabelle Rose asisten mama, dan Annabelle perkenalkan ini Marco Xavier anak tante.” Annabelle mengulurkan tangan tapi tidak dipedulikan oleh Marco. Dengan gusar Annabelle menarik kembali uluran tangannya. Ternyata fotonya tidak menjelaskan apa-apa. Orangnya bahkan lebih dingin daripada fotonya. Dan sangat sombong batin Annabelle. Mungkin dia pantes disebut Mr.Cool. Annabelle tersenyum sendiri akan nama julukan yang diberikannya pada anak tante Katelyn. “Sejak kapan mama mempunyai asisten?” “Sejak mama hampir mati ditabrak mobil karena sakit kepala saat berada dijalanan. Dan anak mama tersayang entah berada dimana. Dan sejak mama hampir mati bosan karena berada dirumah sebesar ini hanya sendirian. Padahal mama punya seorang anak laki-laki.” Ucap tante Katelyn dengan gusar pada anaknya. “Oh ... mama. Maafkan aku. Aku berusaha segera pulang setelah mendengar mama hampir mengalami kecelakaan." “Tidak apa-apa sayang,mama juga minta maaf. Mama hanya kangen saja padamu. Mama tahu kamu sangat sibuk. ” "Dan kenapa mama tidak meminta supir kita saja yang mengantarkan mama. Kenapa mama berjalan kaki?” "Itu karena mama bosen dirumah dan tidak ada yang bisa mama lakukan jadi mama ingin jalan-jalan sebentar tanpa diikuti oleh pelayan, tapi mama tidak menyangka hari itu darah tinggi mama kambuh. Untung saja ada Annabelle, kalau tidak mama tidak tahu apa yang akan terjadi kepada mama." "Oh... Mama Marco sangat merasa bersalah kepada mama, sekali lagi maafkan aku mama." Dan dengan itu Marco memeluk mamanya. "Ya... Sayang tidak apa-apa." Annabelle hanya dapat membisu melihat drama keluarga yang terjadi dikamarnya. Dan dia tidak berani bergerak karena tidak mau perhatian anak tante Katelyn beralih kepadanya lagi. “Annabelle, apa yang kau lakukan tidak memakai baju seperti itu?” “Iya,Tante. Maaf. Aku…aku… ini semua salah anak tante. Dia tiba-tiba masuk saat aku sedang menganti pakaian untuk tidur.” “Marco?” “Iya ma, maaf karena aku pikir ada pencuri jadi aku langsung menerobos masuk.” Annabelle tersenyum sendiri didalam hati. Ternyata Mr.Cool bisa bersikap lembut juga jika orang itu adalah ibunya. Tiba-tiba saja Marco mengalihkan tatapannya kembali kepada Annabelle. Dan dia menatap Annabelle dengan tajam. Annabelle hampir merasa akan membeku karena tatapannya itu. Mimpi apa bisa bertemu Mr.Cool secepat ini, batin Annabelle. “Ayo Marco, kita keluar. Mama mau melanjutkan tidur mama, dan kita bicara lagi besok.” “Baiklah mama.” “Maaf Annabelle, malam-malam jadi menganggu tidurmu.” “Tidak apa-apa Tante.” Annabelle menghembuskan napas lega setelah semuanya keluar dari kamarnya. Akhirnya aku bisa tidur sekarang. Dan Annabelle masuk kedalam selimut hanya dengan pakaian dalamnya. Karena seperti itulah dia terbiasa tidur. Hal itu terasa menyenangkan untuknya dan telah menjadi kebiasaannya. _________________________________________ Sekian utk part ini. Jika suka divote ya. ^^ Tq Jangan lupa klik love ya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. ^^  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD