Cahaya bulan mulai menampakkan diri, di balik langit yang gelap dengan beberaoa bintag di ataranya. Menerangi pandangan seorang gadis, yang duduk termenung di taman belakang sambil memeluk lututnya sendiri. Zora masih belum siap kembali ke ruangan inti, Zora belum siap untuk bertemu dengan wajah Carlos ataupun Dwyna. Dari pada Zora menangis di depan banyak orang, jadi Zora memutuskan untuk duduk di taman itu sebentar lagi, sampai hatinya benar-benar tenang dan wajahnya tidak lagi sembab. Bahka tangan Zora masih gemetaran, tapi dia menghibur diri dengan memetik kelopak-kelopak bunga di hadapannya. Pikiran Zora kacau, begitu pula perasaanya. Antara marah, sedih dan juga bungung dengan sikap Carlos. Zora tidak pernah paham dengan apa yang Carlos inginkan, Zora tidak pernah paham apa tuju

