Sudah berminggu-minggu Alan dan Arina tinggal di rumah kontrakan mereka. Selama itu Arina sudah mulai terbiasa dengan lingkungannya. Ibu-ibu yang pernah bergosip tentangnya, akhir-akhir ini sudah tidak lagi. Biasanya swtiap Arina belanja pasti selalu membicarakan hal itu. Alan juga sekarang lebih banyak di rumah. Katanya dia ingin fokus mengerjakan skripsinya. Kadang pergi ke kampusnya jika ada hal penting saja. Mungkin juga ada alasan lain mengapa Alan malas ke kampus. Alan datang ke dapur dengan penampilan yang sudah rapi. "Rin, jangan masak dulu. Ntar aja pas siang," ucapnya. "Loh kenapa emangnya?" "Gue mau pergi dulu sebentar. Sebelum dzuhur gue udah balik kok." "Oh, yaudah." Gadis itu menyimpan kembali bahan masakannya ke dalam lemari es. Lagipula untuk sarapan masih ada roti.

