[25] Permintaan Maaf

1649 Words

Rasanya setelah pengungkapan Alan dua minggu lalu, Arina seperti ingin selalu bersama lelaki itu. Setiap satu jam sekali pasti mereka selalu bertukar kabar. Apalagi ketika dijam-jam istirahat. Minggu sore Arina pulang tanpa dijemput. Tiba-tiba suaminya berkata bahwa dia tidak bisa menjemput. Arina tidak mempermasalahkannya, ia bisa pulang dengan ojek atau kendaraan lainnya. Tak sengaja Arina bertemu dengan Shihab yang baru saja keluar dari rumahnya. Bocah itu masih suka main, namun ketika sore hari atau jika ia sudah pulang. Pernah lagi Shihab memkasa ikut kerja karena merasa bosan. Karena kasihan akhirnya Arina menuruti. "Tadi main sama siapa aja, Hab?" tanya Arina. "Main sama Bimo, kak. Bimo punya sepeda baru loh." "Emang Bimo udah bisa naiknya? Kan dia masih pendek." "Bisa kok.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD