Lee tertawa dan tiba-tiba saja dia mencondongkan tubuhnya dan mengecup bibirnya! Syenni tidak sepenuhnya menolak. Ia bingung dan tahu bahwa Rianti melihat aksi ciumnya yang sekilas tadi. Sebuah aksi yang saat melihat aksi itu membuat wajah Rianti merah padam. “What! Emangnya kalian…” Lee buru-buru menengahi. “Itu hanya kecupan kecil aja koq.” Ia menenangkan Rianti sambil menaruh dua tangannya di tangan wanita itu dan mencoba mendinginkan. Rianti marah, cemburu, tapi tidak semarah seperti Syenni bayangkan. Syenni lantas pamit dan melangkah pergi, tapi Lee menaruh tangannya di pundak, memintanya menunda sejenak sambil terus menenangkan sampai akhirnya terlihat bahwa Rianti menurut dan tidak lagi terlihat marah. Dalam waktu singkat mereka bertiga mengobrol-ngobrol lagi. Duduk di me

