Satria terperangah mendengar perkataan Sekar. Wanita ini setuju untuk menikah dengannya? Pria perlahan mendekati Sekar dan berhenti tepat di hadapan wanita itu. Satria masih membungkam suaranya, pria itu sibuk menelisik rencana apa lagi yang sedang dipikirkan oleh wanita di depannya ini. “Dengan syarat pernikahan itu harus disembunyikan dari khalayak ramai.” Lanjut Sekar mengutarakan niatnya menerima ajakan menikah dari pria di depannya ini. “Kenapa? Kenapa kau berubah pikiran?” Tanya Satria. Sekar menundukkan pandangannya kelain arah, tatapan mata dari Satria sedikit membuat nyalinya menciut. “Kau berjanji akan melepaskanku asal aku mau menikah denganmu bukan? Aku akan menuruti keinginanmu. Ayo, menikah!” Satria meraih wajah Sekar menggunakan tangan kirinya, di elusnya pipi mulus yan

